Ning Virzan DPRD Sumenep, Fatayat NU Lahirkan Pemimpin Perempuan dari Desa Hingga Nasional
NEWS DIMADURA, SUMENEP– Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Sumenep, Jawa Timur, Virzannida Busro Karim, menilai Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) telah berperan besar dalam melahirkan pemimpin-pemimpin perempuan yang berkiprah dari tingkat desa hingga level nasional.
Hal itu disampaikannya dalam momentum peringatan Hari Lahir ke-75 Fatayat NU tahun 2025.
Virzannida yang juga akrab disapa Ning Virzan dan merupakan anggota Komisi IV dari Fraksi PKB, menyampaikan bahwa Fatayat NU telah terbukti menjadi wadah strategis dalam memberdayakan perempuan dan mendorong keterlibatan mereka dalam pembangunan daerah, bangsa, serta penguatan nilai-nilai keagamaan.
“Fatayat memiliki kontribusi nyata di berbagai lini. Banyak kader perempuan dari organisasi ini yang kini memegang posisi penting, mulai dari desa hingga pusat. Mereka bergerak dengan semangat Ahlussunnah wal Jamaah dan memberi dampak positif bagi masyarakat,” ujar Ning Virzan, Jumat (25/4/2025).
Ia menyebut, peringatan Harlah kali ini menjadi titik penting untuk menguatkan solidaritas dan peran perempuan dalam membangun peradaban yang lebih baik. Ia percaya bahwa kekuatan kolektif perempuan adalah salah satu kunci kemajuan bangsa.
“Perempuan yang bersatu dan saling menguatkan mampu menciptakan perubahan besar. Kita bisa mewujudkan peradaban dunia yang lebih baik jika bersama-sama bergerak,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ning Virzan juga menggarisbawahi peran lembaga-lembaga internal Fatayat NU yang fokus pada peningkatan kapasitas kader. Ia menyebut Forum Daiyah Fatayat (Fordaf NU) sebagai salah satu sarana pembinaan dai perempuan yang profesional.
Tak hanya itu, Fatayat juga menggagas Gerakan Sehat Fatayat untuk Santri Nusantara (Gafantara) sebagai program penguatan pengetahuan dan keterampilan kesehatan di kalangan kader.
Lebih lanjut ia menjelaskan Fatayat NU menjalankan program Fatayat Terlatih Andalan Ummah (FATIHAAH), yang memberikan pelatihan pertolongan pertama dalam situasi darurat, seperti penanganan demam, kejang, atau kecelakaan rumah tangga.
“Melalui FATIHAAH, para kader dibekali keterampilan sebagai khusadah atau kader dengan keahlian khusus dalam menangani kondisi darurat di lingkungannya,” jelas Ning Virzan.
Selain kesehatan, Fatayat NU juga aktif mendorong kemandirian ekonomi perempuan melalui pelatihan koperasi, akuntansi, dan kewirausahaan.
Menurutnya, ini menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam mencetak perempuan yang mandiri dan produktif.
Mengakhiri pernyataannya, Ning Virzan mengajak para ibu muda untuk terus aktif berkontribusi, tidak hanya dalam keluarga, tetapi juga di tengah masyarakat.
“Mari kita lanjutkan perjuangan ini dalam semangat Nahdlatul Ulama dan Ahlussunnah wal Jamaah. Jadilah ibu yang salehah, pemimpin yang bermanfaat bagi umat. Semoga kita menjadi bagian dari umat yang dibanggakan Rasulullah kelak,” tutupnya.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow






