Kasus tersebut telah berlangsung melewati lima kali pergantian pimpinan cabang, mulai Hajar Sasongko, Novizar Rahim, Heru H, Diky Agietama hingga Ali Topan. Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai evaluasi tata kelola dan langkah mitigasi risiko yang telah dilakukan perusahaan.
Dalam beberapa pekan terakhir, aliansi media partner telah beberapa kali mengajukan permohonan wawancara kepada Ali Topan.
Melalui Sekretaris BRI BO Sumenep, Dewi, sejumlah alasan disampaikan, mulai dari agenda optimalisasi akhir bulan, kunjungan ke unit kerja, perjalanan dinas ke Surabaya, hingga informasi bahwa Branch Manager sedang menjalani cuti sekitar satu minggu.
Pesan konfirmasi yang dikirim langsung kepada Ali Topan melalui WhatsApp juga belum memperoleh tanggapan hingga berita ini diterbitkan.
Sampai saat ini belum terdapat fakta yang membuktikan adanya hubungan antara cuti Ali Topan dengan perubahan kebijakan SAL maupun penyelesaian kasus kredit fiktif. Yang dapat dipastikan, ketiga peristiwa tersebut berlangsung dalam rentang waktu yang berdekatan sehingga memunculkan perhatian publik.
Redaksi tetap membuka ruang hak jawab kepada Ali Topan, BRI Branch Office Sumenep, maupun BRI Pusat. Apabila terdapat klarifikasi atau penjelasan resmi, redaksi akan memuatnya sebagai bagian dari penerapan prinsip keberimbangan sesuai Kode Etik Jurnalistik.
Upaya konfirmasi terakhir, Rabu (8/7), saat kembali dihubungi, Sekretaris BRI Branch Office (BO) Sumenep, Dewi, menyampaikan bahwa permintaan bertemu dengan Ali Topan masih harus menunggu persetujuan dari yang bersangkutan.
"Kalo mau ketemu bapak, sy harus konfirmasi dulu mas ke beliau, nanti kalo uda masuk sy sampaikan," kata Dewi, Rabu (8/7/2026).
Ketika ditanya kapan perkiraan waktu pertemuan dapat dilakukan atau berapa hari lagi harus menunggu, Dewi belum memberikan kepastian. "Iya mas, segera saya kabarin," imbuhnya singkat.***

