GPR Desak Dinas Pendidikan Sampang Usut Dugaan Penjualan Seragam dan Jalur Titipan Siswa
NEWS DIMADURA, SAMPANG – Gerakan Pemuda Revolusi (GPR) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Kamis (18/9/2025).
Aksi tersebut mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang segera mengusut dugaan praktik penjualan seragam sekolah secara wajib dan penerimaan siswa melalui jalur titipan di sejumlah sekolah.
Koordinator lapangan GPR, Idris, menyatakan pihaknya menerima banyak laporan masyarakat terkait praktik yang dinilai tidak sesuai aturan tersebut.
“Kami prihatin karena masih ada sekolah yang diduga menjual seragam secara wajib kepada orang tua. Padahal Permendikbud Nomor 50 Tahun 2022 secara jelas melarang sekolah mewajibkan pembelian seragam dari pihak tertentu,” ujarnya.
Tak hanya soal seragam, Idris juga menyoroti adanya dugaan penerimaan siswa baru melalui jalur titipan.
“Praktik seperti ini jelas merusak keadilan dan transparansi dalam proses penerimaan siswa. Bahkan bisa membuka peluang pungutan liar,” tegasnya.
Menurut Idris, pendidikan adalah hak dasar setiap anak bangsa yang dijamin UUD 1945 Pasal 31 serta diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
“Jika praktik ini benar terjadi, maka dunia pendidikan kita sedang tercoreng. Ini tidak hanya merugikan masyarakat, tapi juga mencederai integritas Kabupaten Sampang,” pungkasnya.
Menanggapi itu, Kepala Dinas Pendidikan Sampang, Fadeli, membantah adanya paksaan. “Sekolah tidak pernah mewajibkan orang tua membeli seragam. Semua pembelian bersifat pilihan,” jelasnya.
Fadeli menambahkan, pihak sekolah justru membantu orang tua siswa dengan memberikan opsi pembayaran cicilan hingga 12 bulan. Meski demikian, ia menegaskan akan memperketat pengawasan.
“Kami tidak akan segan menindak jika ada sekolah yang menyalahgunakan aturan,” tegasnya.
Terkait adanya dugaan jalur titipan saat penerimaan siswa baru, Lanjut Fadeli menambahkan, bahwa sistem penerimaan siswa baru sudah dilakukan secara online dan masyarakat bisa mengawasi, Skornya, seleksinya, dan alurnya pun sudah jelas.
“Saya pastikan SD favorit di kecamatan Sampang tidak ada satupun siswa yang nyelundup melalui seleksi online. Karena masyarakat mengamati, pasti ketahuan kalau ada yang menyelundup,” pungkasnya.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow





