SUMENEP, DIMADURA — Institut Kariman Wirayudha Sumenep (INKADHA) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan dan pemberdayaan ekonomi umat. Sinergi itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua lembaga di Sumenep, Rabu (12/8/2026).

Kerja sama ini membuka ruang kolaborasi dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, literasi zakat, ekonomi syariah, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pelaku UMKM.

Ketua BAZNAS Sumenep, Ahmad Rahman, mengatakan, perguruan tinggi memiliki posisi strategis untuk memperluas dampak program zakat.

“Kerja sama dengan INKADHA diharapkan menjadi ruang strategis untuk memperluas kontribusi zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Menurut dia, sinergi tersebut diarahkan pada program yang mendorong kemandirian penerima manfaat. “Kami ingin program yang dijalankan tidak berhenti pada bantuan, tetapi mampu mendorong kemandirian dan produktivitas masyarakat,” ujarnya.

Rektor INKADHA, Zainollah, mengatakan perguruan tinggi harus hadir memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Perguruan tinggi tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” katanya.

Ia menyebut kerja sama dengan BAZNAS menjadi bagian dari upaya INKADHA memperkuat pendidikan berbasis praktik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, sekaligus pengembangan ekonomi syariah.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam INKADHA, Zainorrahman, mengatakan fakultas siap mendukung kolaborasi melalui riset, pelatihan, pengembangan keilmuan, dan pendampingan masyarakat serta pelaku usaha.

Sementara itu, Ketua Program Studi Manajemen Bisnis Syariah INKADHA, Muhni, menilai kerja sama ini merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam praktik ekonomi syariah dan pemberdayaan masyarakat.

“MoU ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memahami praktik pengelolaan zakat, ekonomi syariah, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat secara langsung,” kata Muhni.

Ia berharap mahasiswa dapat terlibat dalam program magang, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai kegiatan pemberdayaan ekonomi berbasis syariah.

Dari kerja sama tersebut, sejumlah program disiapkan, antara lain beasiswa pendidikan, literasi zakat dan ekonomi syariah, penelitian, pelatihan kewirausahaan, pendampingan UMKM, pengabdian kepada masyarakat, dan pemberdayaan ekonomi mustahik.

Kolaborasi INKADHA dan BAZNAS diharapkan menjadi jembatan antara dunia akademik dan gerakan pemberdayaan ekonomi umat. Integrasi pendidikan, riset, dan pengelolaan zakat diharapkan melahirkan program yang lebih produktif sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat.***