KAMPUS, DIMADURA—Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 04 Universitas Annuqayah mengajak santri Pondok Pesantren (PP) Manarul Huda, Panggung, Pakamban Daya, Pragaan, Sumenep, membangun kebiasaan peduli lingkungan melalui program "Eco Generation: Pembiasaan Cinta Lingkungan", Minggu (6/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 13.30-15.30 WIB tersebut menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa KKN Posko 04.

Edukasi membahas pentingnya menjaga kebersihan, pemilahan sampah, serta langkah sederhana yang dapat diterapkan santri dalam kehidupan sehari-hari.

Materi disampaikan oleh anggota KKN Posko 04, Melisatul Maghfiroh dan Syarifah. Keduanya mengajak para santri memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di sekitar pesantren.

Foto 2: Pemateri Program Eco Generation KKN UA Posko 04, Melisatul Maghfiroh dan Syarifah saat menyampaikan materi kepada santri Manarul Huda. (Istimewa/doc.dimadura)

Koordinator KKN Posko 04, Asri Wulandari, mengatakan Eco Generation menjadi tahap awal sebelum pelaksanaan Eco Challenge, yakni lomba kebersihan dan keindahan antar-kelas di TK dan MDT Manarul Huda.

“Kegiatan ini merupakan langkah awal dari salah satu program unggulan KKN Posko 04 Universitas Annuqayah, yang mana nantinya follow up dari kegiatan ini adalah diadakannya Eco Challenge, yaitu lomba kebersihan dan keindahan antar kelas di TK dan MDT Manarul Huda,” tuturnya.

Ia mengajak santri tidak berhenti pada pengetahuan tentang kebersihan, tetapi menerapkannya dalam keseharian.

“Mulai hari ini, mari kita buktikan bahwa adik-adik Manarul Huda bukan hanya tahu tentang kebersihan, tetapi juga bisa menjadi contoh dalam menjaga lingkungan,” tambah Wulan.

Ketua Pengurus Yayasan Manarul Huda, K. A’falul Basil, menyambut baik kegiatan tersebut.

Ia menilai edukasi lingkungan penting ditanamkan sejak dini agar kepedulian terhadap kebersihan menjadi bagian dari kebiasaan santri.

“Program seperti ini sangat baik untuk menanamkan kesadaran kepada anak-anak sejak dini. Kami berharap para santri tidak hanya memahami pentingnya kebersihan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Rangkaian Eco Generation ditutup dengan pemutaran film animasi tentang dampak sampah terhadap lingkungan.

Media visual tersebut digunakan untuk memperkuat pemahaman santri mengenai bahaya sampah yang tidak dikelola dengan baik.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal membangun kebiasaan peduli lingkungan di kalangan santri sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan pesantren yang bersih dan ramah lingkungan. ***