“Kabut asap berkepanjangan adalah salah satu contoh nyata bagaimana krisis ekologis membebani kehidupan masyarakat, mulai dari gangguan kesehatan hingga aktivitas ekonomi sehari-hari,” ujarnya.

Greenpeace menilai, dampak krisis iklim perlu dilihat tidak hanya dari kerusakan lingkungan, tetapi juga dari beban yang harus ditanggung warga, terutama kelompok yang memiliki keterbatasan ekonomi dan ruang untuk beradaptasi.

Karena itu, organisasi tersebut mendesak pemerintah untuk memperkuat langkah penanganan krisis iklim sekaligus melindungi masyarakat dari dampak bencana dan kerusakan lingkungan.

Aksi di Bundaran HI itu sempat menarik perhatian warga yang melintas di kawasan Sudirman-Thamrin. Namun, spanduk-spanduk tersebut kemudian ditertibkan dan digulung oleh pihak berwenang.

Bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, aksi Greenpeace menjadi bentuk tekanan publik agar kebijakan pemerintah dalam menghadapi krisis iklim dinilai dari langkah konkret dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. ***