Budidaya semangka golden di Lapas Kelas IIA Pamekasan memasuki panen perdana dengan hasil 5.400 buah. Program ini melibatkan warga binaan, Kelompok Tani Sanren, dan CV Ayunda Sejahtera.

______

PAMEKASAN, DIMADURA — Sebuah lahan bisa menghasilkan lebih dari sekadar panen. Di Lapas Kelas IIA Pamekasan, tanah menjadi ruang belajar bagi warga binaan untuk mengenal kerja, keterampilan, dan kemandirian sebelum kembali ke masyarakat.

Gagasan itu tumbuh melalui budidaya semangka golden yang mempertemukan Lapas Kelas IIA Pamekasan, CV Ayunda Sejahtera, dan Kelompok Tani Sanren Pamekasan Keren. Panen perdana pada Selasa (15/9/2026) menghasilkan 5.400 semangka golden.

Semangka golden menjadi salah satu budidaya pilihan karena dinilai memiliki daya tarik, terutama karena warna daging buahnya yang kuning dan karakter rasanya yang manis.

Komoditas ini juga membuka peluang bisnis hortikultura jika dikembangkan dengan kualitas produksi, kontinuitas panen, dan pemasaran yang baik.

Dari sisi nutrisi, semangka dikenal memiliki kandungan air yang tinggi serta sejumlah vitamin dan senyawa fitokimia. Semangka berdaging kuning memiliki profil karotenoid yang berbeda dari semangka berdaging merah, sehingga karakter nutrisinya pun tidak sepenuhnya sama.

Ketua Paguyuban Kelompok Tani Sanren Pamekasan, Syaiful Hidayat, mengatakan CV Ayunda Sejahtera menopang kebutuhan sarana, prasarana, hingga modal usaha. Sementara kelompok tani memberikan pendampingan teknis dan transfer teknologi.

Warga binaan dilibatkan dalam seluruh tahapan budidaya, mulai pemilihan benih, pemupukan, perawatan hingga panen.

"Para warga binaan dilibatkan secara intensif dalam seluruh tahapan budidaya mulai dari pemilihan benih unggul, teknik pemupukan, perawatan harian, hingga panen," kata Syaiful.

Selain semangka golden, lahan Lapas juga dimanfaatkan untuk menanam jagung, tomat, dan labu. Pertanian kemudian menjadi ruang praktik untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dikembangkan setelah kembali ke masyarakat.

Manager Eksternal CV Ayunda Sejahtera, Samhari, mengatakan keberhasilan program tidak semata diukur dari jumlah semangka yang dipanen. Bekal keterampilan dan kemandirian warga binaan menjadi tujuan yang lebih penting.

"Harapan kami, program ini bukan sekadar berjalan, tetapi benar-benar memberikan manfaat. Ketika warga binaan nanti kembali ke masyarakat, mereka memiliki keterampilan nyata yang bisa dikembangkan untuk kehidupan mereka," katanya.

Sekadar informasi, program tersebut akan dikembangkan ke sektor lain. Lahan baru di belakang Lapas disiapkan untuk pengembangan peternakan kambing.

Dari semangka golden, sebuah pelajaran sedang ditanam. Lahan produktif dapat menjadi jalan bagi warga binaan untuk menyiapkan kehidupan baru setelah mereka pulang ke kampung halaman masing-masing. ***