PAMEKASAN, DIMADURA – Tangis Neneng pecah saat jenazah suaminya, Nurul Rian Hidayat (33), tiba di rumah duka di Desa Teja Timur, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Rabu (16/9/2026).

Neneng yang tengah hamil enam bulan menangis histeris sembari memegangi perutnya. Beberapa kali ia memanggil, “Ayah”.

Keluarga berusaha menenangkan Neneng. Tangis juga pecah dari sanak keluarga dan warga yang menyaksikan kedatangan jenazah Rian.

Rian merupakan anak buah kapal (ABK) KM Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di perairan Masalembu pada Minggu (13/9/2026).

Rian meninggalkan Neneng dan seorang anak berusia sekitar 1 tahun 7 bulan. Anak kedua mereka kini masih berada dalam kandungan.

Dua tenda didirikan di depan rumah sejak pagi. Sanak keluarga dan warga berdatangan untuk menyambut jenazah. Bupati Pamekasan juga hadir di rumah duka.

Sempat Video Call Sebelum Hilang Kontak

Beberapa jam sebelum kapal mengalami musibah, Rian masih sempat melakukan video call dengan Neneng dan anak mereka sekitar pukul 00.00 WIB.

Dalam percakapan itu, Rian terlihat tersenyum dan bercanda. Ia juga mengatakan kondisinya baik-baik saja.

“Rian sempat melambaikan tangan saat akan mengakhiri komunikasi. Tidak biasanya begitu. Kata istrinya, korban melambaikan tangan,” tutur Nurhidayati Rahmah, ipar Neneng.

Sekitar pukul 01.00 WIB, Rian mulai tidak dapat dihubungi. Keluarga berulang kali mencoba menelepon, tetapi tidak tersambung.

Keluarga kemudian mencari informasi melalui sejumlah pihak. Mereka sempat menerima foto jenazah yang disebut memiliki kemiripan dengan Rian, tetapi belum yakin dan masih berharap Rian ditemukan selamat.

Kepastian datang pada Senin (14/9/2026) siang. Nama Nurul Rian Hidayat tercantum dalam daftar korban KM Virgo Transport 8.

Sejak Minggu malam, keluarga dan warga menggelar pengajian serta doa bersama sambil menunggu proses evakuasi, identifikasi, dan pemulangan jenazah.

KM Virgo Transport 8 Kecelakaan di Masalembo

KM Virgo Transport 8 berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Kapal Ro-Ro itu dilaporkan membawa 243 orang, terdiri atas 30 kru, 27 mitra kerja, 59 penumpang dewasa, satu anak-anak, serta 126 sopir dan kernet. Kapal juga mengangkut 89 unit kendaraan.

Dari proses evakuasi, sebanyak 97 orang dilaporkan selamat. Enam orang ditemukan meninggal dunia, termasuk Rian.

Jenazah Rian kini telah tiba di rumah duka untuk dimakamkan di kampung halamannya di Pamekasan. ***