“Saya yakin musibah ini ada hikmah baiknya. Karena Saudara Nurul Riyan gugur dalam menjalankan tugas. Dengan demikian, saya punya keyakinan insyaallah almarhum mendapatkan tempat yang baik di sisi Allah SWT,” ujarnya.
Kholilurrahman juga memastikan Pemkab Pamekasan akan berkoordinasi dengan instansi terkait mengenai hak dan jaminan sosial yang semestinya diterima keluarga korban.
“Silakan ditanyakan kepada instansi terkait. Namun saya yakin jaminan sosial itu ada, apalagi beliau gugur dalam menjalankan tugas. Usianya masih sangat muda, 33 tahun, sedang produktif-produktifnya,” tuturnya.
Ia berharap keluarga yang ditinggalkan mendapat perhatian dan dukungan, baik dari perusahaan tempat Riyan bekerja maupun pemerintah.
“Bukan hanya kepada PT tersebut, tetapi juga kepada pemerintah secara keseluruhan. Saya berharap adanya support, partisipasi, dan terutama perhatian. Saya sebenarnya ada acara lain, akan tetapi saya mendahulukan hadir untuk keluarga di sini,” kata bupati Pamekasan.
Sementara itu, dari pihak keluarga korban, Nur Hidayati Rahmah, mengatakan Riyan dikenang sebagai sosok yang sabar dan pendiam.
Menurut dia, Riyan baru sekitar tiga hingga empat bulan bekerja di PT Virgo. Sebelumnya, Riyan juga telah memiliki pengalaman bekerja di bidang pelayaran.
Riyan terakhir kali pulang ke rumah pada Jumat (12/9/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Ia pulang setelah memperoleh tambahan cuti selama dua hari.
Seharusnya, Riyan kembali pada Rabu. Namun, karena mendapat tambahan cuti, ia baru pulang pada Jumat.
Sehari kemudian, Sabtu (13/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, Riyan kembali berangkat dari Surabaya untuk bekerja. Pada malam harinya, ia masih sempat berkomunikasi dengan istri dan anaknya.

