PAMEKASAN, DIMADURA–Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman menjadi imam salat jenazah Nurul Riyan Hidayat (33), Anak Buah Kapal (ABK) KM Virgo yang menjadi salah satu korban tenggelamnya kapal tersebut.

Jenazah Ryan tiba di rumah duka disambut tangis keluarga di Dusun Sembung, Desa Teja Timur, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 10.58 WIB.

Peti jenazah dibawa dari Surabaya menggunakan ambulans milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur. 

Jenazah tersebut sebelumnya menjalani proses evakuasi dan identifikasi.

Sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Pamekasan turut hadir di rumah duka, di antaranya Sekretaris Daerah Pamekasan Taufikurrahman, Kepala BPBD Mohammad Dafdir, Kepala Dinas Sosial Herman Hidayat, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah.

Di tengah suasana duka, keluarga meminta Kholilurrahman menjadi imam salat jenazah almarhum Riyan.

Kholilurrahman mengatakan, kedatangannya ke rumah duka merupakan bentuk penghormatan dan empati kepada keluarga korban. 

Ia bahkan mengaku telah berada di rumah duka sebelum jenazah Riyan tiba.

“Pertama, kehadiran ini merupakan bentuk hormat saya kepada keluarga korban, kepada istrinya, serta bapak dan ibu selaku orang tuanya. Hormat saya kepada beliau-beliau yang tabah dan sabar menghadapi musibah ini,” kata Kholilurrahman. Rabu (16/9/26). 

Menurut dia, Riyan meninggal ketika menjalankan tugas sebagai ABK. Kholilurrahman berharap almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Saya yakin musibah ini ada hikmah baiknya. Karena Saudara Nurul Riyan gugur dalam menjalankan tugas. Dengan demikian, saya punya keyakinan insyaallah almarhum mendapatkan tempat yang baik di sisi Allah SWT,” ujarnya.

Kholilurrahman juga memastikan Pemkab Pamekasan akan berkoordinasi dengan instansi terkait mengenai hak dan jaminan sosial yang semestinya diterima keluarga korban.

“Silakan ditanyakan kepada instansi terkait. Namun saya yakin jaminan sosial itu ada, apalagi beliau gugur dalam menjalankan tugas. Usianya masih sangat muda, 33 tahun, sedang produktif-produktifnya,” tuturnya.

Ia berharap keluarga yang ditinggalkan mendapat perhatian dan dukungan, baik dari perusahaan tempat Riyan bekerja maupun pemerintah.

“Bukan hanya kepada PT tersebut, tetapi juga kepada pemerintah secara keseluruhan. Saya berharap adanya support, partisipasi, dan terutama perhatian. Saya sebenarnya ada acara lain, akan tetapi saya mendahulukan hadir untuk keluarga di sini,” kata bupati Pamekasan.

Sementara itu, dari pihak keluarga korban, Nur Hidayati Rahmah, mengatakan Riyan dikenang sebagai sosok yang sabar dan pendiam.

Menurut dia, Riyan baru sekitar tiga hingga empat bulan bekerja di PT Virgo. Sebelumnya, Riyan juga telah memiliki pengalaman bekerja di bidang pelayaran.

Riyan terakhir kali pulang ke rumah pada Jumat (12/9/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Ia pulang setelah memperoleh tambahan cuti selama dua hari.

Seharusnya, Riyan kembali pada Rabu. Namun, karena mendapat tambahan cuti, ia baru pulang pada Jumat.

Sehari kemudian, Sabtu (13/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, Riyan kembali berangkat dari Surabaya untuk bekerja. Pada malam harinya, ia masih sempat berkomunikasi dengan istri dan anaknya.

Namun, komunikasi tersebut terputus sekitar pukul 01.00 WIB pada Minggu dini hari.

Kepergian Riyan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Ia meninggalkan seorang istri, Azimatul Munirah, yang kini tengah mengandung enam bulan, serta seorang anak yang masih kecil

“Tidak ada gelagat aneh. Berangkat seperti biasa. Pesan terakhirnya agar keluarga tidak usah banyak pikiran karena kebutuhan anak sudah dipenuhi selama satu bulan,” pungkasnya. ***