Dari tiga sektor pembangunan yang disosialisasikan, Dwi menyebut persoalan jalan lingkungan menjadi keluhan yang paling dominan.
“Jalan,” katanya singkat.
Ia menilai kualitas infrastruktur jalan memiliki dampak luas terhadap kehidupan warga.
Akses jalan yang memadai tidak hanya menunjang mobilitas, tetapi juga berhubungan dengan aktivitas ekonomi, transportasi, pendidikan, dan kegiatan masyarakat lainnya.
Karena itu, Dwi berharap pembangunan tidak terkonsentrasi pada desa atau wilayah tertentu.
Pemerintah desa yang selama ini belum memperoleh bantuan pembangunan infrastruktur didorong lebih aktif menyampaikan kebutuhan melalui mekanisme yang tersedia.
“Harapan saya untuk kepala desa itu menjadi tahu, sehingga desa yang biasa tidak dapat bantuan akhirnya tahu dan tergerak untuk mengajukan infrastruktur di desanya melalui kecamatan dan DPRKPP sehingga pembangunan di desa itu bisa merata,” pungkasnya. ***

