"

Transparansi dalam pengelolaan data sosial adalah kunci untuk memastikan keadilan dan kesejahteraan bagi semua warga. Tanpa data yang akurat, kebijakan sosial dan ekonomi akan selalu meleset dari sasaran, dan masyarakat miskin akan terus menderita.

Kasus H. Her ini harus menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki sistem pengelolaan data sosial. Ini bukan sekadar masalah administratif; ini adalah soal keadilan sosial dan hak asasi manusia. Ketika bantuan sosial tidak tepat sasaran, yang menderita adalah mereka yang paling membutuhkan. Inilah ironi kesejahteraan Pamekasan yang harus segera diakhiri.

Pamekasan memiliki potensi besar untuk menjadi contoh sukses dalam mengelola bantuan sosial dan mengurangi kemiskinan. Namun, keberhasilan ini harus didasarkan pada data yang akurat dan kebijakan yang adil. Tanpa itu, semua prestasi yang ada hanyalah ilusi yang menutupi kenyataan pahit di lapangan. Saatnya bagi Pamekasan untuk menata ulang sistemnya, memastikan transparansi, dan berkomitmen pada keadilan sosial bagi semua warganya.

*) Miftahol Hendra Efendi, warga Dusun Gunung Malang II, RT 001/ RW 002, Desa Kertagana Laok, Kecamatan Kadur, Pamekasan. Saat ini aktif sebagai jurnalis Madurapost. Pria yang juga menyebut dirinya sebagai petani muda ini punya hobi yang unik. Selain senang bercocok tanam di sawah, ia juga suka beternak dan bermain game Mobile Legends, Rank Mitic Glory.