dimadura
Beranda Tomang Sampang Pengangguran di Sampang Terus Menurun, Sektor Pertanian Jadi Salah Satu Kunci Solusi

Pengangguran di Sampang Terus Menurun, Sektor Pertanian Jadi Salah Satu Kunci Solusi

Tenaga Statistisi Ahli Pertama BPS Sampang, Elsiana Restu Ihsani, saat di wawancai awak media di Kantor BPS (Foto: Zainullah for dimadura.id)

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1NEWS DIMADURA, SAMPANG – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sampang, jumlah pengangguran tahun 2021–2022 tercatat sebanyak 17.181 jiwa, turun menjadi 15.261 jiwa pada 2022–2023, dan kembali menurun menjadi 14.191 jiwa pada 2023–2024.

Penurunan angka ini tak lepas dari meningkatnya jumlah penduduk yang bekerja, terutama di sektor pertanian dan jasa.

Tenaga Statistisi Ahli Pertama BPS Sampang, Elsiana Restu Ihsani, menjelaskan bahwa kelompok usia muda (15–29 tahun) masih mendominasi angka pengangguran, dengan mayoritas berasal dari lulusan SMP (6,59%) dan SMA (4,31%).

“Yang dimaksud pengangguran adalah mereka yang belum memiliki pekerjaan namun aktif mencari kerja,” jelas Elsiana pada Rabu (28/5/2025).

Meski angka TPT masih menyentuh belasan ribu, trennya terus menurun setiap tahunnya

Sementara itu, Kepala Disnaker Sampang, Yudhi Adhidarta Karma, mengaku bahwa adanya pelatihan kerja berbasis kompetensi telah terbukti efektif dalam menekan angka pengangguran dan menciptakan wirausahawan baru.

“Tahun lalu kami menyelenggarakan pelatihan untuk lebih dari 300 peserta. Hasilnya, 64% peserta berhasil masuk ke dunia kerja dan 74% dari mereka kini telah membuka usaha sendiri,” ungkapnya.

Untuk tahun ini, ada tujuh bidang pelatihan yang dibuka, yakni: menjahit dengan mesin lockstitch dan pembuatan kue/roti (masing-masing 32 peserta), serta pelatihan service ponsel, perawatan AC dan refrigerasi, servis motor injeksi, desain grafis muda, dan pengelasan (masing-masing 16 peserta).

Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan riil pasar kerja sekaligus membuka jalan bagi generasi muda untuk berwirausaha.

“Pelatihan ini tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis, tetapi juga mendorong kemandirian dan ketahanan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan