Ia meminta seluruh pegawai mengaplikasikan jiwa santri dalam setiap bentuk pelayanan. Sebab, sebagai pelayan masyarakat, pegawai rumah sakit diharapkan mampu menghadirkan pengalaman pelayanan yang baik bagi pasien maupun keluarganya.

Nilai-nilai yang ditekankan meliputi kesabaran, tawaduk, tawakal, keikhlasan, keramahan, serta kesopanan. Sikap tersebut, menurut Erlyati, perlu terlihat sejak pasien datang hingga menerima pelayanan di rumah sakit.

“Mempunyai komitmen sabar, tawadu, tawakal, ikhlas, ramah dan sopan terhadap pasien maupun keluarganya. Ramah menyambut pasien,” tuturnya.

Sebelum mengakhiri keterangan, ia berharap peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum bagi seluruh sivitas RSUD dr. H. Moh. Anwar untuk memperkuat nilai-nilai tersebut dalam pekerjaan sehari-hari.

Sebab menurutnya, pengamalan nilai-nilai kesantrian dapat mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mewujudkan semangat “Bismillah Melayani”, sebagaimana tagline pemerintahan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.

“Harapan saya kepada semua sivitas RSUD, semoga kita semua bisa menerapkan nilai-nilai serta jiwa kesantrian dalam setiap pelayanan yang kita berikan kepada masyarakat. Itu saja,” pungkasnya.***