Sekolah Rakyat di Sumenep Alami Kendala Mencemaskan, Ini Alasan Dinsos
NEWS SUMENEP, DIMADURA–Program Sekolah Rakyat yang digagas Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tengah menghadapi tantangan serius pada tahap awal pelaksanaanna.
Meski diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, minat pendaftar masih jauh di bawah harapan.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Mustangin, melalui Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Erwin Hendra mengungkapkan, upaya menjaring siswa sesuai target belum membuahkan hasil optimal.
Menurutnya, berdasarkan data Pusat Data dan Informasi Kemensos, terdapat sekitar 65.000 anak di Sumenep yang masuk kategori desil 1 dan 2 atau berasal dari keluarga tidak mampu.
Namun, proses penjaringan langsung yang dilakukan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) belum menghasilkan jumlah pendaftar signifikan.
“Ruh dari Sekolah Rakyat ini adalah mengajak kembali anak-anak yang putus sekolah. Namun, hingga kini kami belum menemukan peserta yang benar-benar siap untuk masuk,” ujar Erwin, Jumat (8/8/2025).
Ia menuturkan, minimnya promosi menjadi salah satu penyebab rendahnya minat masyarakat.
Di sisi lain, kata Erwin, Gedung Sekolah Rakyat yang memanfaatkan bangunan eks SKD saat ini baru rampung 90 persen, sehingga belum sepenuhnya menarik perhatian warga.
Selain itu, waktu pelaksanaan program juga kurang ideal. Program dimulai pada Mei, saat sebagian besar anak sudah memilih sekolah untuk tahun ajaran baru.
”Kondisi ini membuat ruang untuk menjaring siswa baru menjadi semakin terbatas,”jelas dia.
Meski menghadapi berbagai kendala, Erwin mengaku, Dinsos P3A mengerahkan semua sumber daya, mulai dari pendamping PKH, Taruna Siaga Bencana (Tagana), perangkat desa, hingga camat untuk sosialisasi.
Ia menambahkan, tantangan terbesarnya justru berada di tingkat SD. Sebab, sebagian besar calon peserta baru lulus TK dan dinilai belum mandiri untuk mengikuti sistem sekolah berasrama.
Sekolah Rakyat di Sumenep menerapkan model boarding school, di mana seluruh kebutuhan siswa, mulai dari perlengkapan mandi hingga alat tulis, disediakan tanpa biaya.
Erwi menegaskan, Sekolah Rakyat merupakan program strategis sesuai arahan Presiden untuk memuliakan anak-anak kurang mampu dan memberi mereka kesempatan setara dalam pendidikan
”Namun, hingga saat ini baru empat siswa yang tercatat mendaftar. kami harap program ini mampu memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan terintegrasi,” ujar Erwin.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow


