Sekolah Rakyat di Sumenep Segera Diluncurkan, Dinsos Optimis September Capai Target
NEWS DIMADURA, SUMENEP – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tengah mempersiapkan peluncuran program Sekolah Rakyat.
Program tersebut, sebuah inisiatif pemerintah pusat yang bertujuan memberikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak putus sekolah, khususnya dari keluarga miskin ekstrem.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos P3A Sumenep, Erwin Hendra, mengatakan bahwa pembangunan fasilitas program tersebut sudah menunjukkan progres yang signifikan.
Berdasarkan papan informasi di lapangan, pekerjaan yang dikerjakan pihak ketiga ditargetkan rampung pada 22 September 2025.
“Untuk launching-nya kami belum mendapat informasi resmi dari Kementerian Sosial. Namun, melihat progres di Batuan, pengerjaan sudah sangat baik,” ujar Erwin, Minggu (7/9/2025).
Menurut dia, program Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memuliakan siswa-siswi yang sebelumnya tidak memiliki harapan pendidikan.
Anak-anak yang putus sekolah akan difasilitasi untuk mendapat pendidikan karakter serta dukungan semangat agar bisa melanjutkan masa depan yang lebih baik.
Erwin menegaskan, Dinsos P3A menargetkan 100 peserta pada tahap awal. Namun, mekanisme Multi Entry Multi Exit (MEME) membuat program ini tetap terbuka meski kuota awal belum terpenuhi.
“Kalau pun saat launching belum mencapai 100 siswa, program tetap berjalan. Anak-anak yang putus sekolah bisa terus masuk sesuai sistem MEME,” kata dia.
Erwin menekankan bahwa program ini diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Karena itu, masyarakat diminta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut secara tepat sasaran.
“Jangan sampai program ini diikuti hanya karena keinginan. Harus benar-benar untuk mereka yang membutuhkan. Anak akan difasilitasi sekolah, sementara orang tuanya akan diberdayakan sesuai kondisi, misalnya melalui bantuan usaha atau pengusulan masuk dalam program PKH,” jelasnya.
Erwin juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan jika ada anak putus sekolah di sekitar lingkungan mereka.
“Silakan hubungi pihak kecamatan atau Dinsos, agar anak-anak tersebut bisa masuk ke dalam program ini. Tujuan akhirnya adalah mengentaskan kemiskinan sekaligus memuliakan anak-anak yang selama ini tidak memiliki masa depan,” ujarnya.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow




