NEWS SUMENEP, DIMADURA – Yayasan Pusat Studi Bung Karno (YPSBK) Madura menggelar acara Tasyakuran dan Doa Lintas Iman, Selasa (5/8) malam, di Kafe Tanean, Kebunan, Sumenep.
Acara ini digelar sebagai bentuk syukur atas keputusan Presiden Prabowo Subianto yang memberikan amnesti kepada sejumlah tokoh, termasuk mantan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.
Mengangkat tema “Memperjuangkan Keadilan dan Persatuan Nasionalâ€, acara ini berlangsung penuh semangat nasionalis dan kebersamaan antariman.
Hadir sejumlah tokoh penting, mulai dari KH Fauzan Malik, Romo Cornelis, budayawan nasional D. Zawawi Imron, hingga Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumenep, Holik. Dubes RI untuk Tunisia, Zauhairi Misrawi, juga hadir dalam kesempatan ini.
[caption id="attachment_14590" align="aligncenter" width="680"]
Pengurus YPSBK Madura Bersama Dubes RI Tunisia, Zuhairi Misrawi, D Zawawi Imron, Bincang Santai di Ruang Tamu Kafe Tanean, Seusai Acara Malam Tasyakuran dan Doa Lintas Iman (Foto: Doc. Dimadura)[/caption]
Darul Hasyim: Ini Malam untuk Republik
Ketua Fraksi PDIP DPRD Sumenep sekaligus Pembina YPSBK, Darul Hasyim Fath, menyampaikan sambutan hangat dan penuh makna nasionalisme.
"Alasan negeri ini merdeka, itulah alasan kenapa kita merawat pertiwi ini atas nama cita-cita bersama," ujar Darul dengan lantang, memantik hadirin meneriakkan yel-yel “Merdeka!â€
Ia menyebut bahwa malam itu bukan sekadar selebrasi pribadi atau partai, melainkan refleksi bersama tentang arti Republik.
"Ini malam bukan soal Hasto semata, bukan pula soal PDI Perjuangan. Ini malam adalah soal kemerdekaan, kedaulatan, dan kerakyatan yang masih menyala sebagai suluh harapan kita," tegasnya.
Darul menyampaikan bahwa pemberian amnesti oleh Presiden Prabowo adalah bentuk nyata dari penegakan keadilan yang menghidupkan kembali harapan bagi anak bangsa.

