Selain ORI, Pemprov Jatim memberikan on the job training (OJT) kajian epidemiologi KLB PD3I ke seluruh puskesmas di Sumenep, serta memperluas koordinasi lintas batas Madura Raya dan Surabaya Raya.

“Penting juga melibatkan Surabaya Raya untuk mencegah campak agar tidak menyebar ke daerah lain. Bersamaan dengan itu kita juga langsung bergerak cepat memasifkan imunisasi terutama anak-anak,” kata Khofifah.

Gubernur Khofifah juga mengingatkan masyarakat agar memperketat perilaku hidup bersih dan sehat, memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap, serta segera membawa pasien dengan gejala berat ke rumah sakit.

“Kalau sekiranya memang sudah ada gejala campak, bisa dilakukan isolasi mandiri bagi kasus ringan selama tujuh hari. Kalau sudah berat, harus segera dibawa ke rumah sakit. Jangan lupa mengonsumsi vitamin A,” pesannya.

Dengan kehadiran langsung di Sumenep, Gubernur Khofifah memastikan langkah penanggulangan KLB campak dapat berjalan cepat, terkoordinasi, serta melibatkan berbagai pihak demi menekan penyebaran penyakit yang menular sangat cepat ini.***