NEWS SUMENEP,DIMADURA–Pemerintah pusat menyiapkan anggaran sekitar Rp250 miliar untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR) permanen di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Proyek strategis tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat, sedangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bertugas menyiapkan lahan serta memenuhi persyaratan administrasi yang dibutuhkan.

Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep, Hairullah, mengatakan anggaran tersebut dialokasikan khusus untuk pembangunan fisik sekolah.

"Terakhir informasinya Rp250 miliar. Itu hanya untuk pembangunan. Penanggung jawabnya langsung dari pemerintah pusat. Pembangunannya oleh BUMN melalui Kementerian Pekerjaan Umum," terang Hairullah, Kamis (2/7).

Ia menjelaskan, saat ini Sekolah Rakyat di Sumenep telah memiliki sekitar 48 peserta didik, terdiri atas 10 siswa jenjang sekolah dasar (SD) dan 38 siswa sekolah menengah pertama (SMP).

Menurut Hairullah, pemerintah daerah juga berencana membuka penerimaan peserta didik untuk jenjang sekolah menengah atas (SMA).

Berdasarkan pendataan yang dilakukan di lapangan, terdapat sekitar 17 calon siswa yang siap mengikuti program tersebut.

Namun, pembukaan jenjang SMA masih menunggu kesiapan sarana dan prasarana. Sebab, pembangunan gedung permanen masih dalam proses, sementara kuota Sekolah Rakyat di Kabupaten Sampang telah terpenuhi.

"Kemarin kami data di lapangan ada 17 siswa. Namun karena pembangunan gedung masih proses, rencana pembukaan jenjang SMA masih menunggu kesiapan pembangunan karena kuota di Sekolah Rakyat Sampang sudah penuh," kata Hairullah.

Ia menambahkan, pendaftaran siswa SMA baru akan dibuka setelah pembangunan fasilitas sekolah dinilai siap digunakan.