"Pada masa liburan ini tidak ada kegiatan pemberian makan bergizi gratis. Ini menjadi kesempatan yang baik untuk melakukan evaluasi sekaligus mempersiapkan pelaksanaan program sebelum dimulai kembali," ungkapnya.

Joko menegaskan setiap program pemerintah pada dasarnya memiliki tujuan yang baik. Namun, dalam implementasinya tentu terdapat berbagai tantangan yang membutuhkan masukan dari berbagai pihak.

Karena itu, ia menilai media memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

"Media dapat menyampaikan informasi yang benar, menangkal hoaks, memberikan edukasi kepada masyarakat, sekaligus menjadi penghubung antara harapan masyarakat dengan kebijakan pemerintah. Saya kira FGD ini menjadi ruang yang tepat untuk mempertemukan keduanya," katanya.

Pemerintah Kabupaten Sumenep, lanjut Joko, mendukung berbagai forum diskusi yang mampu memperkuat sinergi pemerintah, dunia pendidikan, tenaga kesehatan, media, dan seluruh elemen masyarakat demi menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis.

FGD ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Kusmayanti, S.H. selaku Kepala KPPG Surabaya, Hairul Anwar, ST., MT. anggota DPRD Kabupaten Sumenep, Mohamad Iksan, S.Pd., MT. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, serta Ahmaniyah, S.Gz., Ketua Tim Kerja Gizi Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Sumenep yang juga anggota Satgas MBG Kabupaten Sumenep.

Kegiatan dipandu oleh Aliya Zahra, S.Kom, Duta Wicara Jawa Timur 2025.

Turut hadir, unsur Forkopimda Kabupaten Sumenep, di antaranya perwakilan Kodim 0827/Sumenep, Polres Sumenep, organisasi perangkat daerah, akademisi, insan pers, serta berbagai elemen masyarakat yang turut memberikan perhatian terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis. ***