Selain itu, Haji Udik mengingatkan petani agar tidak terburu-buru memanen tembakau.
Ia menilai panen sebelum daun mencapai tingkat kematangan optimal berpotensi menurunkan mutu dan memengaruhi harga jual di tingkat perusahaan.
"Tembakau yang dipanen pada waktu yang tepat memiliki mutu lebih baik dan nilai ekonominya juga lebih tinggi. Karena itu kami berharap petani tetap mengedepankan kualitas, bukan hanya mengejar panen lebih cepat," ujarnya.
Haji Udik yakin, kualitas tembakau yang terjaga disertai meningkatnya penyerapan oleh industri akan memperkuat posisi tawar petani di tengah dinamika pasar.
PPR juga mengajak Pemerintah Kabupaten Sumenep mempererat kolaborasi dengan petani, pelaku industri, dan instansi teknis untuk membangun tata kelola sektor pertembakauan yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan.
Menurut dia, sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi fondasi penting untuk mempertahankan reputasi tembakau Sumenep sebagai salah satu komoditas unggulan nasional yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memberi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
"Kolaborasi seluruh pihak menjadi fondasi penting agar tembakau Sumenep tetap menjadi komoditas unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah," pungkasnya. ***

