SUMENEP, DIMADURA – Pemblokiran rekening aktivis asal Pati, Supriyono alias Botok, memicu respons Aliansi Aktivis Kota Sumenep (A2KS), Madura, Jawa Timur. Mereka berencana menggelar aksi di depan KCP Bank Mandiri Sumenep, Senin tanggal 31 Agustus 2026 mendatang.

Massa aksi dijadwalkan berkumpul di kawasan Tajamara mulai pukul 10.00 WIB. Salah satu tuntutan yang akan disuarakan ialah pencopotan pimpinan PT Bank Mandiri.

Koordinator A2KS, Ach. Baijuri, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk keberatan atas pemblokiran rekening yang digunakan untuk menampung donasi masyarakat Pati guna mendukung aksi penyampaian aspirasi di Jakarta.

“Donasi itu pakai Bank Mandiri. Dapat dana partisipasi sekitar Rp80 juta. Di situlah salah satu bank BUMN itu, Bank Mandiri, memblokir rekening agar tidak bisa dicairkan,” kata Baijuri kepada dimadura.id, Kamis (27/8/2026).

Menurut dia, pemblokiran tersebut memunculkan dugaan Bank Mandiri ikut menghambat rencana masyarakat Pati dalam menyampaikan aspirasi. “Intinya, Mandiri diduga ikut cawe-cawe untuk menggagalkan aksi,” ujarnya.

Baijuri mempertanyakan independensi Bank Mandiri dalam menjalankan fungsi pelayanan perbankan.

“Pemblokiran rekening donasi penyampaian aspirasi yang dilakukan Bank Mandiri sebagai lembaga negara adalah tindakan yang melukai kami sebagai aktivis,” katanya.

Bank Mandiri sudah menjadi alat negara untuk amputasi nilai-nilai demokrasi, sama saja menjadi penghadang kepentingan rakyat,” tegasnya menambahkan.

Atas persoalan tersebut, A2KS meminta pihak yang berwenang segera mencopot pimpinan PT Bank Mandiri.

“Kami atas nama Aliansi Aktivis Kota Sumenep sepakat untuk meminta kepada yang punya wewenang agar pimpinan PT Bank Mandiri dicopot,” kata Baijuri.

A2KS juga mengimbau masyarakat Sumenep untuk tidak lagi menjadi nasabah Bank Mandiri.

Rekening Botok Berisi Sekitar Rp80 Juta

Persoalan rekening Botok sebelumnya viral di media sosial dan pemberitaan Tanah Air. Sebagaimana dilansir Kompas dan dikutip dimadura, rekening tersebut digunakan untuk menampung donasi warga Pati yang akan mendukung aksi penyampaian aspirasi di depan Gedung DPR RI, Kamis, 27 Agustus 2026.

Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Teguh Istianto, mengatakan saldo rekening tersebut mencapai sekitar Rp80 juta ketika tidak dapat digunakan.

“Keblokirnya hari Jumat, pas keblokir itu saldonya Rp80 juta, tapi enggak tahu juga kalau setelah itu masih ada yang kirim lagi,” ungkap Teguh kepada Kompas melalui telepon, Minggu (23/8/2026).

Teguh sebelumnya juga mengatakan pihak AMPB tidak memperoleh informasi pasti mengenai alasan rekening tersebut tidak dapat digunakan.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan menyampaikan permintaan maaf dalam konferensi pers bersama Komisi III DPR RI dan Polda Metro Jaya di Gedung DPR RI, Rabu (26/8).

“Mungkin itu Bapak Pimpinan yang kami hormati. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih. Mohon maaf apabila ada hal yang kurang berkenan,” kata Riduan, sebagaimana dilansir Kompas dan dikutip media ini, Kamis (27/8).

Riduan juga memastikan Bank Mandiri akan menindaklanjuti arahan Komisi III DPR RI dan Polda Metro Jaya untuk mengaktifkan kembali rekening tersebut.

“Sebagai bank yang melayani nasabah dengan konsekuensi yang diatur di dalam peraturan, maka kami akan menindaklanjuti apa yang tadi disampaikan untuk segera melakukan pengaktifan kembali rekening yang kemarin disampaikan untuk dilakukan penundaan transaksi,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmen Bank Mandiri dalam menjalankan layanan perbankan.

“Kami akan selalu memegang amanah daripada nasabah dan masyarakat dengan baik untuk menyelenggarakan pelaksanaan perbankan secara prudensial, sehat, dan memberikan layanan terbaik,” jelas Riduan, sebagaimana dilansir Kompas dan dikutip media ini, Kamis (27/8).

Mendengar penjelasan tersebut, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, berharap rekening Botok dapat segera digunakan kembali.

“Alhamdulillah, kami harapkan segera, Pak, rekening tersebut bisa digunakan oleh Pak Botok ya. Karena mungkin beliau ada keperluan untuk beraktivitas dan menyampaikan pendapat, segera maksudnya kalau bisa hari ini, Pak. Hari ini, ya,” jelas Habiburokhman.

Menurut Habiburokhman, pengaktifan rekening diperlukan agar dana tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Pati yang akan menggelar aksi penyampaian aspirasi.***