SUMENEP, DIMADURA–Ketua PAC PDI Perjuangan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Iskandar, menyampaikan permintaan maaf terkait komentar akun TikTok PAC PDI Saronggi terhadap peternak muda ayam petelur, Moh. Faiq.
Komentar tersebut sebelumnya menjadi perhatian setelah muncul pada unggahan akun TikTok @faiqshinoby.
Unggahan itu menampilkan Faiq saat menyampaikan pandangannya sebagai narasumber mengenai kondisi harga telur ayam dalam kegiatan Madura Farm Hub di Cafe Tanean, Kebunan, Sumenep, Rabu (26/8/2026).
Dalam komentar yang kemudian ramai diperbincangkan, akun PAC PDI Saronggi menulis, “Ini pertanda kalo narsum belum melihat data, atau belum reses ke lapangan ya? wkwkwk...!! semua yg disampaikan hanya kritik asumtif.”
Komentar tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Faiq. Ia menilai pernyataan itu sebagai tuduhan bahwa dirinya menyampaikan kritik tanpa data.
Iskandar kemudian memberikan klarifikasi. Saat dikonfirmasi ia mengatakan komentar tersebut merupakan keteledoran salah seorang anggotanya.
"Mohon maaf sebelumnya, enggi. Itu akibat keteledoran anggota saya. Sudah saya tegur dia untuk tidak menggunakan sembarangan media sosial, apalagi media organisasi kepartaian," kata Iskandar, Jum'at (28/8/26).
Atas kejadian tersebut, dia menyampaikan permohonan maaf kepada Faiq dan pihak-pihak yang merasa terganggu dengan komentar tersebut.
"Dengan sangat, saya atas nama pimpinan PAC PDI Perjuangan, mohon maaf yang sebesar-besarnya," ujarnya.
Iskandar juga menegaskan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan substansi pernyataan Faiq mengenai harga telur ayam.
Sebaliknya, dirinya menilai apa yang disampaikan Faiq dalam kegiatan Madura Farm Hub merupakan kritik yang relevan terhadap kondisi perekonomian masyarakat.
"Semua yang disampaikan oleh beliau (narasumber) sudah sangat benar dan tepat. Memang sudah atas ketetapan Menteri Pertanian mengenai standar harga pasar," kata Iskandar.
Ketua PAC PDIP Saronggi itu kembali menyampaikan permintaan maaf atas komentar yang sempat muncul di akun media sosial organisasi tersebut.
"Sekali lagi, saya mewakili para sahabat dan kawan-kawan PAC, mohon maaf yang sebesar-besarnya. Sekali lagi saya minta maaf, enggi," ucapnya.
Ia bahkan memberikan apresiasi terhadap gagasan yang disampaikan Faiq dalam forum tersebut.
Menurut Iskandar, keberanian menyampaikan persoalan ekonomi masyarakat perlu mendapat perhatian.
"Justru saya pribadi sangat mengapresiasi gagasan fasilitator yang dengan lantang menyuarakan ketimpangan perekonomian di bawah. Semoga gagasan tersebut dapat didengar sampai ke meja legislasi," tegasnya.
Iskandar berharap Faiq terus menyampaikan gagasan dan kritik mengenai persoalan yang dihadapi petani maupun peternak. Ia juga menyampaikan salam silaturahmi kepada Faiq.
"Lanjutkan, Mas. Mantap dan salam silaturahmi. Sampaikan salam maaf saya ke fasilitator, enggih," pungkas dia.
Berikut versi yang telah disusun ulang dengan bahasa jurnalistik yang lebih profesional, lugas, dan proporsional, dengan tetap mempertahankan substansi pernyataan narasumber:
Menanggapi hal tersebut, Moh. Faiq menyampaikan permohonan maaf sebagai bentuk evaluasi diri atas kemungkinan adanya perkataan yang kurang berkenan atau menyinggung perasaan pihak lain.
Ia berharap permintaan maaf tersebut dapat menjadi momentum untuk saling memaafkan dan memperbaiki hubungan ke depan.
“Sama-sama saling memaafkan, karena mungkin dalam perkataan saya ada hal yang kurang baik dan menyinggung perasaan. Saya harap juga bisa dimaafkan,” ujarnya.
Faiq juga mengaku siap melakukan pembenahan diri. Menurut dia, sikap tersebut penting agar dirinya dapat lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan.
“Saya pribadi, ke depannya siap berbenah dan terus belajar agar terhindar dari segala bentuk tuduhan dan kebencian,” ucap Faiq, Jum'at (28/8/26). ***
Tag:
PDIP, Peternak Muda Sumenep, Viral Sumenep, Harga Telur Ayam, PAC PAC PDI Saronggi, Tiktok viral, Terkini, Dimadura, Berita Sumenep, Berita Madura, Berita Jawa Timur, Berita nasional

