SUMENEP, DIMADURA–Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas PGRI Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar sosialisasi organisasi mahasiswa (ormawa).

Kegiatan tersebut dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026.

Sosialisasi itu berlangsung di Aula Lantai III Universitas PGRI Sumenep, Jumat (28/8/2026), dengan mengangkat tema "Tolak Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus Universitas PGRI Sumenep".

Kegiatan tersebut diikuti pengurus HMP PGSD bersama 165 mahasiswa baru. Selain memperkenalkan organisasi, forum ini menjadi ruang edukasi mengenai pentingnya menciptakan lingkungan akademik yang aman dan nyaman bagi mahasiswa.

Salah satu pengurus HMP PGSD, Lesty Annatul Annisa', mengatakan tema tersebut diangkat karena adanya kekhawatiran mahasiswa terhadap potensi kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi.

Menurut dia, mahasiswa perlu memiliki keberanian untuk bersuara ketika menemukan persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan di lingkungan kampus.

"Sebagai mahasiswa, sudah sepantasnya kita tidak diam ketika melihat ketimpangan persoalan keamanan mahasiswa, baik laki-laki maupun perempuan. Dalam hal ini, perempuan sering kali menjadi kelompok yang rentan mengalami kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi," ujar Lesty.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak mengorbankan martabat pribadi demi kepentingan akademik. 

Menurut Lesty, relasi akademik semestinya tidak dimanfaatkan oleh pihak mana pun untuk melakukan tindakan yang merendahkan atau melanggar hak mahasiswa.

"Menjadi mahasiswa jangan sampai merendahkan harga dirinya hanya karena nilai akademik dan jangan biarkan oknum pelaku mendapat kesempatan melakukan tindakan tercela," tegasnya.

Lesty menambahkan, HMP PGSD berkomitmen menolak segala bentuk kekerasan seksual di lingkungan kampus. 

Ia mengajak mahasiswa baru ikut membangun budaya akademik yang saling menghormati.

"Maka kami pengurus PGSD berkomitmen untuk menolak segala bentuk upaya kekerasan seksual di kampus UPI," katanya.

HMP PGSD buka ruang pengembangan mahasiswa

Selain mengangkat isu kekerasan seksual, HMP PGSD juga memperkenalkan berbagai ruang pengembangan diri bagi mahasiswa baru.

Lesty mengatakan HMP PGSD terbuka bagi mahasiswa baru yang ingin belajar bersama, mengembangkan kompetensi, dan meraih prestasi selama menjalani perkuliahan.

"Jika kalian di rumah memiliki keluarga, maka kalau di kampus ada HMP PGSD yang siap meningkatkan kompetensi kalian semua," ujarnya.

Sementara itu, salah satu mahasiswa baru PKKMB, Amiliatul Amelia, mengapresiasi materi mengenai pencegahan kekerasan seksual yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Menurut dia, edukasi mengenai isu tersebut penting diberikan sejak mahasiswa memasuki lingkungan perguruan tinggi. 

Pengetahuan tersebut dinilai dapat membantu mahasiswa mengenali potensi tindakan yang tidak pantas dan mengambil langkah yang tepat apabila mengalaminya.

"Materi tentang pelecehan seksual sangat bagus. Isu ini penting bagi mahasiswa baru supaya bisa berjaga-jaga," kata Amiliatul.

Ia juga menyatakan dukungannya terhadap gerakan pencegahan kekerasan seksual di lingkungan kampus.

"Saya mendukung gerakan tolak kekerasan seksual di kampus UPI Sumenep untuk menciptakan ruang akademik yang nyaman dan aman," pungkasnya. ***