“Pelaku musik tong-tong berkreativitas dalam aransemen menjadi bagian penting agar masyarakat semakin meminati musik tong-tong, khususnya generasi muda,” ujarnya.

Fauzi menilai pengembangan musik dapat dilakukan melalui perpaduan ritme, pola tabuhan, kekompakan pemain, hingga pengembangan komposisi.

Menurut dia, berbagai unsur tersebut dapat menghasilkan pertunjukan yang lebih dinamis. Namun, pengembangan tersebut tetap harus berpijak pada karakter asli musik tong-tong.

Ia mengingatkan para seniman agar inovasi yang dilakukan tidak menghilangkan identitas musik tradisional Madura tersebut.

“Seniman tong-tong berinovasi dan mengembangkan kualitas aransemen musiknya, jangan sampai kehilangan jati diri musik tong-tong. Namun, kreativitasnya harus menjadi kekuatan untuk membuat budaya WBTB Sumenep semakin terkenal,” tegas Fauzi.

Diikuti 27 Kelompok dari Empat Kabupaten

Festival Musik Tong-tong se-Madura 2026 diikuti 27 kelompok dari empat kabupaten di Pulau Madura.

Kehadiran kelompok-kelompok tersebut memperlihatkan bahwa musik tong-tong masih memiliki basis penggemar sekaligus ruang berkembang di masyarakat.

Fauzi berharap para seniman terus meningkatkan kualitas pertunjukan.

Festival juga diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi menjadi ruang untuk melahirkan karya-karya baru.