Ia juga meminta KAMURA memperkuat komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Hal itu dinilai penting karena proses pengusulan KEK Madura melibatkan koordinasi lintas pemerintahan.
“Kami meminta Tim KAMURA aktif berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi,” ucapnya.
Fauzi juga menekankan pentingnya memperkuat koordinasi empat kabupaten di Madura. Menurut dia, kesamaan langkah diperlukan agar proses pengusulan KEK tidak terhambat di tingkat daerah.
“Kita ingin proses ini berjalan konkret. Koordinasi empat kabupaten harus diperkuat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua KAMURA Subairi Muzakki menyambut baik komitmen Pemkab Sumenep tersebut.
Menurutnya, kepastian lokasi menjadi salah satu bagian penting dalam penyusunan dokumen pengusulan KEK.
“Komitmen lahan seperti ini yang membuat usulan berpindah dari wacana ke dokumen. Tanpa kepastian lokasi, kajian sebagus apa pun tidak bisa naik ke tahap berikutnya,” ucap Subairi.
Dirinya juga menjelaskan, KAMURA mengusulkan konsep satu kawasan dengan empat klaster yang tersebar di empat kabupaten di Madura.
“Skema satu kawasan empat klaster ini kami pilih supaya tidak ada kabupaten yang hanya menjadi penonton. Madura harus masuk sebagai satu tubuh,” ujarnya.

