“Kalau tidak kita persiapkan dari tingkat SD, kemampuan dan karakter dalam bermain agak sulit dibentuk," tegasnya.
Turnamen yang diikuti 23 tim dari Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) jenjang sekolah dasar se-Kabupaten Sumenep tersebut dijadwalkan berlangsung hingga babak final pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini membuka kesempatan bagi para pemain muda untuk memperoleh pengalaman bertanding.
Di sisi lain, pertandingan juga dapat menjadi sarana bagi pembina dan pemerintah daerah untuk mengamati perkembangan serta potensi atlet sejak usia sekolah dasar.
Melalui kompetisi berjenjang, Sumenep berupaya membangun fondasi regenerasi sepak bola yang tidak hanya bertumpu pada pencarian bakat, tetapi juga pada proses pembinaan yang berkelanjutan.
Turnamen U-13 menjadi langkah awal untuk mempertemukan potensi pemain muda dengan kesempatan berkembang di tingkat yang lebih tinggi.
"Tahun ini kita coba jenjangkan dari mini soccer U-13 sampai U-17,” pungkasnya. ***

