“Setelah diadakan penilaian dari sosok figur meliputi fisik dan yang memenuhi syarat akhirnya terpilih UNIJA dan satunya lagi dari UNIRA,” tuturnya.
Ramli kemudian menyebut kandidat dari UNIRA yang terpilih merupakan putra Faruk Hanafi.
“Setelah saya konfirmasi, kebetulan yang terpilih itu adalah putranya Bapak Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruk Hanafi yang dari UNIRA. Anak ini keturunan Sumenep, tapi berada di Batuampar, Pamekasan,” ungkapnya.
“Itu kita seleksi dua orang, tapi yang terpilih tetap satu orang,” tegasnya.
Ia mengatakan bahwa penilaian juga mempertimbangkan karakter fisik dan gerak tubuh pemeran.
“Ceritanya begini, mekanisme penunjukannya memang ada yang mengajukan contoh dari bangsawan keraton dan Singosari, itu juga terseleksi. Intinya semuanya sudah ada ukurannya masing-masing, penilaiannya subjektif,” jelasnya lebih lanjut.
Ditanyakan, apakah penunjukan pemeran tokoh Aryawiraraja harus merupakan keturunan Pangeran Aryawiraja? Ia menjawab, bahwa sejatinya harus demikian.
“Seharusnya memang kalau bisa ada yang keturunan raja-raja, tapi ketika kami seleksi ya ada tapi nggak masuk,” katanya.
Misalnya, sambung dia, dari postur tubuh tinggi tapi kurang bagus jalannya, "diajari nggak bisa. Contohnya begitu. Jadi saya itu setiap malam itu saya latihan di depan Kantor Disbudporapar Sumenep,” timpalnya.
Faruk: “Langsung ke Bu Dewi”

