Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi solusi sementara bagi masyarakat yang selama beberapa bulan menghadapi keterbatasan pasokan air.
Bupati Fauzi mengatakan pemenuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus menjadi perhatian pemerintah ketika masyarakat mengalami kesulitan.
“Kami hadir untuk memastikan masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih mendapatkan perhatian dan bantuan. Pemerintah tidak boleh tinggal diam ketika kebutuhan dasar warga menghadapi persoalan,” ucap Fauzi.
Menurut dia, persoalan kekeringan membutuhkan penanganan lintas sektor.
Pemerintah daerah, kata Fauzi, tidak dapat bekerja sendiri untuk memastikan distribusi bantuan menjangkau warga terdampak.
“Penanganan kekeringan harus dilakukan secara bersama-sama. Kami terus mendorong sinergi seluruh pihak agar bantuan air bersih bisa menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.
Krisis air yang berlangsung berbulan-bulan itu juga menjadi perhatian BAZNAS Jawa Timur dan BAZNAS Kabupaten Sumenep.
Lembaga tersebut turut mengambil bagian dalam distribusi air bersih kepada masyarakat Langsar.
Ketua BAZNAS Sumenep Ahmad Rahman mengatakan bantuan itu merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak kekeringan.
“BAZNAS Jawa Timur bersama BAZNAS Sumenep hadir di tengah masyarakat yang mengalami krisis air bersih. Salah satunya di Desa Langsar, Kecamatan Saronggi, Sumenep, dengan memberikan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga,” kata Rahman.

