Sementara itu, setiap bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep mendapat alokasi 10 kali bacaan.

Adapun setiap unit pelaksana teknis (UPT) di bawah Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan diminta membaca Surat Al-Waqi’ah sebanyak 20 kali.

Cakupan kegiatan juga diarahkan hingga tingkat desa. Fauzi meminta para camat meneruskan informasi tersebut kepada pemerintah desa agar partisipasi tidak berhenti di lingkungan kantor pemerintahan, tetapi menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Sumenep.

Bagi pemerintah daerah, lanjutnya, momentum ini sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan di tengah beragam tugas pelayanan publik.

Semangat spiritual yang dibangun diharapkan mendorong aparatur menjalankan tanggung jawab dengan lebih tulus, sekaligus menjaga persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Semoga kebersamaan dalam doa ini semakin memperkuat persatuan, meningkatkan semangat pengabdian, serta membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat Sumenep,” harap Fauzi.

Untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai ketentuan, setiap OPD diwajibkan menyampaikan laporan kegiatan beserta dokumentasi kepada Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep.

Laporan tersebut akan menjadi bahan pemantauan dan evaluasi pemerintah daerah.

Dengan demikian, target pembacaan Surat Al-Waqi’ah sebanyak 111.111 kali tidak hanya menjadi agenda peringatan, tetapi juga gerakan bersama yang menghubungkan nilai spiritual, kebersamaan, dan pengabdian bagi Kabupaten Sumenep. ***