"Kadang mereka butuh saldo dadakan, misal untuk ngolak dagangan, ada barang bagus, mereka telepon saya, ngajak kerja sama. Uang aku yang talangi, barang dia yang urus, hasilnya dibagi dua," paparnya menambahkan.

BACA JUGA: ASN Kepala Sekolah di Sumenep Dilaporkan Cabul, Korban Diantar Ibu Kandung Sendiri

Rahman lanjut membeberkan cara bagaimana ia mengatasi waktu antara melayani pelanggan BRILink dengan servis motor yang ia geluti.

"Kalau BRILink ini sifatnya kan jarang-jarang, sebentar dan mudah dipantau ya, mereka biasanya yang mau transfer tinggal manggil, kalau aku pas nyervis, ya saya layani dia dulu, kan cuma bentar, lalu lanjut lagi nyervis," ujarnya.

Pelanggan Rahman BRILink

Mayoritas pelanggan Rahman BRILink adalah pelanggan dengan jumlah transfer Rp 5 juta ke atas.

"Rata-rata mereka itu teman dan tetangga sini ya, teman dagang mobil terutama, juga tetangga sini kan banyak yang kerja ke luar daerah dan luar negeri ya, jadi mereka kadang males untuk ke bank, lebih pilih transfer di sini," aku Rahman.

BACA JUGA: 4 Macam Bentuk Okara Bahasa Madura Berdasarkan Susunannya

"Ada juga (pelanggan, red.) yang t-f seratus dua ratus (ribu, red.), tapi cuma satu dua saja, toh terkadang ya rame, tergantung kapan orang itu butuh kan, jadi kadang sehari itu lebih dari 100 transaksi," imbuhnya.

Acapkali pelanggan dengan transaksi jumlah besar menurutnya memberinya upah jauh dari nominal yang ia terapkan.

"Ya lumayan lah, jadi hasil dari jalankan BRILink ini alhamdulillah, cukup untuk ngirim anak di pondok, mondok di Paiton dia," katanya.***