Karya-karya Zawawi, yang penuh makna dan sarat dengan pesan-pesan kehidupan, telah mampu menembus batas geografis, menjadikannya tokoh yang diakui hingga ke dunia internasional.
Pak D Zawawi Imron: "Mampu Mengubah Kesan Madura Lewat Sastra"
Sebagai seorang sastrawan, D Zawawi Imron tidak hanya menghasilkan karya-karya indah, tetapi juga mampu mengubah citra Madura di mata dunia.
[caption id="attachment_7721" align="aligncenter" width="680"]
Penyair D Zawawi Imron 'Si Celurit Emas' (Istimewa)[/caption]
"Selama ini, orang luar mengenal Madura sebagai daerah yang keras dan sering dikaitkan dengan carok. Tapi, Pak D Zawawi mampu mengubah kesan itu dengan karyanya," tutur Henri. Salah satu puisi Zawawi yang terkenal, Celurit Emas, menjadi simbol bagaimana benda tajam, yang biasanya diasosiasikan dengan kekerasan, bisa diubah menjadi sesuatu yang indah dan penuh makna.
Bagi Henri, ini adalah sumbangsih besar Zawawi bagi tanah kelahirannya. Dengan sentuhan sastra, Zawawi berhasil memperkenalkan Madura dari sudut pandang yang berbeda, memperlihatkan keindahan budaya dan kedalaman filosofinya. "Ini bagi saya sungguh luar biasa," tegasnya.
Sumenep di Mata Kapolres Henri
Selain kekagumannya terhadap Zawawi, Henri juga merasa nyaman dan betah selama bertugas di Sumenep. "Saya merasa nyaman di sini, masyarakatnya sangat ramah, welcome, hospitality-nya luar biasa," ungkapnya.
Henri merasa bahwa masyarakat Sumenep memiliki keunggulan dalam menjunjung tinggi etika dan menghargai perbedaan. Hal ini, menurutnya, sangat penting dalam menjaga keberagaman dan kebersamaan.
[caption id="attachment_5846" align="aligncenter" width="300"]
Peta Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur Indonesia (Gambar: dokumen dimadura.id)[/caption]
Pengalaman bertugas Henri cukup luas. Ia memulai kariernya di Jawa Tengah setelah lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 2004. Dari sana, kariernya melesat, dengan berbagai penugasan di Polres Kebumen, Polres Goa, dan bahkan di Mabes Polri.
Pengalaman inilah yang membuatnya mampu beradaptasi dengan berbagai budaya dan karakter masyarakat yang berbeda-beda. Sumenep, bagi Henri, menjadi salah satu tempat yang istimewa karena keramahan masyarakatnya dan kekayaan budayanya.
Menghargai Keberagaman
Henri lahir di keluarga yang berasal dari beragam latar belakang. Ibunya berasal dari suku Batak, sementara ayahnya dari Jawa.
Ia dibesarkan di berbagai tempat di Indonesia, mulai dari Medan hingga Padang, dan pernah merasakan kehidupan di lingkungan Bugis ketika bertugas di Sulawesi Selatan. Pengalaman inilah yang membuatnya sangat menghargai perbedaan dan keberagaman.

