Di sini kita kenalkan danterapkan bagaimana cara “menghadirkan salat dan zikir dalam kehidupan”.

Model pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada setiap peserta didik untuk bertindak sebagai guru terhadap peserta didik yang lain. Tujuannya untuk mendapatkan partisipasi kelas secara keseluruhan maupun individual.

Peserta didik yang terlibat aktif dalam proses pembelajaran (student centered) pasti akan lebih menikmati dan mudah memahami materi yang dipelajari. Mereka akan mendapatkan pengalaman langsung, sehingga ilmu yang didapat akan lebih melekat.

Penerapan Model Pembelajaran 'Every One is Teacher'

Pada awalnya mungkin terasa akan sulit karena kekhawatiran kita jika peserta didik tidak seantusias harapan kita dan lain-lain. Namun kita tidak akan pernah tahu kalau belum mecoba. Kita akan terus terjebak dalam kotak ‘stagnan’ bila tak berani ambil langkah pembaharuan.

Pada umumnya everyone is teacher ini berpaku pada satu orang membuat pertanyaan-yang lain menjawab, namun ketika praktik kami melakukan modifikasi langkah-langkah atau tahapan. Kami menambahkan slogan Play and Learn agar kegiatan belajar mengajar lebih menyenangkan.

Awal pembelajaran dimulai dengan salam, tanya kabar dan jokes kecil untuk membangun suasana yang santai setelah pergantian jam pelajaran.

Selanjutnya kami mulai tanya jawab berhadiah snacks. Pertanyaan yang diajukan adalah materi yang kami pelajari di minggu sebelumnya untuk membasahi ingatan mereka. Ini memacu peserta didik untuk mempelajari lagi materi yang sudah didapatkan.

Tahap berikutnya, kami membiasakan peserta didik untuk melakukan kegiatan literasi. Hal ini dipermudah dengan adanya rubrik inspirasiku di buku paket siswa, sehingga kami tidak perlu menyiapkan sebelumnya.

Di bab ini, kisah yang ditampilkan adalah kekhusyukan sahabat nabi dalam melaksanakan salat. Peserta didik menikmati kegiatan ini karena kisahnya menarik dan pendek.

Setelah waktu untuk membaca habis, kami meminta salah satu peserta didik untuk menceritakan ulang di depan kelas, sementara yang lain menyimpulkan hikmah dari cerita tersebut. Kegiatan ini melatih kepercayan diri dan keberanian mengungkapkan pendapat para peserta didik.