Selanjutnya kami membagi kelas menjadi beberapa kelompok. Tugas pertama adalah mereka memilih satu anggota sebagai ketua.
Tugas kedua menyediakan 5 pertanyaan tentang “perilaku ketakwaaan, menghindari keburukan dan menjalankan salat dengan istikamah†yang akan diajukan ke kelompok lain. Tugas ketiga, mereka berbaris sesuai instruksi ketua.
Tugas keempat, masing-masing kelompok menyediakan meja. Tugas kelima adalah mereka bertukar kertas pertanyaan dengan kelompok di sebelahnya. Konsep Play and Learn siap dimulai!
Guru memberikan aba-aba agar peserta didik yang berdiri di barisan depan berlari menuju meja, mengambil satu kertas pertanyaan dan menulis jawabannya di kertas yang disediakan.
Tiap peserta didik mempunyai waktu 60 detik untuk menjawab. Setelah waktu habis, maka semua peserta didik harus berhenti menulis dan segera kembali ke posisi awal untuk digantikan oleh peserta yang lain. Kegiatan ini terus berulang sampai peserta didik yang paling belakang.
Setelah semua peserta didik mendapatkan bagian menjawab pertanyaan, guru meminta ketua kelompok membacakan pertanyaan yang didapat dan jawaban yang ditulis oleh anggotanya. Kemudian kelompok lain diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan.
Jika terjadi diskusi yang berlarut-larut, maka guru bisa menjadi moderator untuk mencari titik tengah.
Langkah terakhir di kegiatan inti teknik everyone is teacher: let’s play and learn adalah menempelkan hasil kerja kelompok di papan info kelas.
Hal ini merupakan bentuk apresiasi terhadap usaha mereka. Display karya seperti ini juga bertujuan agar dapat dilihat oleh peserta didik lain, sehingga dapat memperluas pengetahuan mereka.
Sebagaimana ungkapan Kimberly Steele on Education World: