Menurut dia, keris bukan hanya benda seni, tetapi juga simbol budaya dan sejarah. "Melalui keris, kita bisa melestarikan nilai-nilai leluhur yang sangat berharga. Saya berharap ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai budaya kita,†timpalnya.
"Benar seperti sambutan bapak Bupati bahwa seniman harusnya melukis sejarah, atau mencipta sejarah baru ke depan. Jadi, mari kita para seniman lebih semangat, terus berkarya lebih baik lagi untuk Sumenep," motivasi empu Ika Arista.
Seniman Pengrajin Topeng
Sairun, seniman pengrajin topeng, warga Desa Pinggirpapas, juga menyampaikan apresiasinya atas perhatian Bupati Fauzi dan jajaran pemerintah terhadap pelaku seni dan budaya di Sumenep. Ia menilai penghargaan ini sebagai momentum penting dalam sejarah hidup para seniman.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati yang telah memerhatikan kami para seniman dan budayawan. Kami senang, ini adalah sejarah bagi kami bisa dipertemukan bersama para seniman dan budayawan,†ungkapnya.
Pesan Kadisbudporapar Sumenep
[caption id="attachment_4647" align="aligncenter" width="300"]
Kadisbudporapar Sumenep, Mohammad Iksan (Foto: Dok. DimaduraID)[/caption]
Kepala Disbudporapar Sumenep, Mohamad Iksan, menyampaikan harapannya agar penghargaan ini dapat memotivasi para seniman untuk terus berkarya dan menjaga warisan budaya Sumenep.
“Kami percaya bahwa seni dan budaya adalah jembatan yang menghubungkan generasi. Dengan penghargaan ini, kami berharap para seniman semakin produktif dan mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat, terutama generasi muda,†ujar Iksan.
Ia menambahkan bahwa Disbudporapar Sumenep akan terus berupaya mendukung para pelaku seni dan budaya melalui berbagai program yang bertujuan untuk melestarikan kekayaan lokal.
"Dengan penghargaan ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap semangat pelestarian budaya tetap terjaga dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sumenep di masa mendatang," ucapnya.***