TomangSampang

3 Nelayan Asal Mandangin Sampang Disambar Petir saat Melaut, Korban Alami Luka-luka

Avatar Of Uswatun Hasanah Se
443
×

3 Nelayan Asal Mandangin Sampang Disambar Petir saat Melaut, Korban Alami Luka-luka

Sebarkan artikel ini
Salah Satu Korban Yang Disambar Petir Mengalami Luka Di Leher (Dok. Dimadura.id)
Salah satu korban yang disambar petir mengalami luka di leher (Dok. dimadura.id)

Logo DimaduraNEWS, SAMPANG – Tiga orang nelayan asal Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang, Madura, disambar petir saat melaut. Kamis (25/04/2024) sekitar pukul 07.45 WIB.

Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa, hanya saja ketiga orang nelayan tersebut mengalami luka – luka.

KONTEN PROMOSI | SCROLL ...
Harga Booking Di Myze Hotel
Contact Me at: 082333811209

Baca Juga: Lèbât Progrâm AUTP, Rèng Tanè è Sampang Bisa Ollè Bhântowan Rp6 Juta Sabbhân Mosèm

Adapun identitas korban tersebut adalah Sanusi (21), Anom (64), dan Syamsul (44), ketiganya merupakan warga Dusun Candin, Desa Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang.

Salah satu korban bernama Sanusi (21) mengatakan dirinya bersama tiga rekannya berangkat melaut sebelum subuh, saat itu cucanya sedang hujan deras dan disertai petir.

“Kami tetap berangkat melaut, awalnya tidak terjadi apa – apa, ketika pagi sekitar pukul 7.00 WIB saat narik jaring ikan, tiba-tiba disambar petir dan kami bertiga alami luka hingga jatuh ke laut,” tuturnya.

Baca Juga: Kawin Suntik untuk Hewan Ternak di Sampang Tak Lagi Gratis, Ini Alasannya

Lebih lanjut Sanusi menambahkan, akibat peristiwa itu dirinya mengalami luka bakar dibagian leger, sedangkan Syamsul mengalami luka berat hingga pingsan kemudian dilarikan ke Puskesmas. Satunya lagi bernama Anom kena tiang perahu di kepala dan jatuh ke laut.

“Untung peristiwa itu tidak ada korban jiwa. Hanya saja perahu yang kami tumpangi mengalami kerusakan yang cukup parah akibat sambaran petir,” ungkapnya.

Sanusi berharap atas peristiwa yang menimpa dirinya dan kedua rekannya itu mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Semoga kami dibantu, seperti perbaikan kapal dan bantuan pada korban,” harapnya.***

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *