95 Desa di Sampang Alami Krisis Air Bersih Sepanjang Musim Kemarau 2025
NEWS DIMADURA, SAMPANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang mencatat sedikitnya 95 desa dari 14 kecamatan terdampak kekeringan sepanjang musim kemarau 2025.
Kepala Pelaksana BPBD Sampang, Candra Ramadhani Amin, menyebutkan kekeringan terbagi dalam tiga kategori: kritis, langka, dan langka terbatas. Dari total tersebut, 77 desa masuk kategori kritis, 6 desa berstatus langka, dan 12 desa tergolong langka terbatas.
“Kalau kategori kritis, warga harus berjalan lebih dari tiga kilometer hanya untuk mendapatkan air. Kategori langka berkisar 500 meter hingga tiga kilometer, sedangkan langka terbatas kurang dari 500 meter,” jelas Candra, Kamis (21/8/2025).
Untuk mencegah krisis semakin parah, BPBD telah mengajukan anggaran dropping air sebesar Rp75 juta. Namun DPRD mendorong agar anggaran dinaikkan menjadi Rp150 juta, sama seperti tahun sebelumnya. Dana ini diperkirakan cukup untuk distribusi empat tangki air per desa.
Wilayah yang paling parah terdampak adalah Kecamatan Tambelangan, yang kini sudah masuk kategori kritis dan menjadi prioritas utama penanganan.
“Kami berharap dropping air segera direalisasikan sebelum musim hujan tiba. Meskipun ada hujan ringan, kondisi cuaca masih termasuk musim kemarau,” pungkasnya.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow





