Ulama, Umara, dan Warga dari Berbagai Daerah Bersatu di Maulid Nabi Masjid Miftahul Ulum Dungkek
NEWS SUMENEP, DIMADURA – Ulama, umara, tokoh masyarakat, alumni, dan warga dari berbagai daerah memadati Masjid Miftahul Ulum, Desa Romben Guna, Kecamatan Dungkek, Sumenep, Sabtu (13/9) malam. Mereka hadir dalam pengajian umum Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan haul KH Nawawi dan KH Marzuki, dua ulama besar pendiri masjid.
Sejak pintu masuk jalan menuju masjid, kendaraan jamaah sudah menumpuk. Banyak yang rela berjalan kaki karena area sekitar masjid penuh sesak. Acara ini juga dihadiri Forkopimka Dungkek, para kepala desa, tokoh agama, serta masyarakat lintas daerah.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembacaan sholawat Nabi diiringi Hadrah Al-Banjari yang menghadirkan suasana syahdu. Air mata sebagian jamaah menetes, larut dalam lantunan sholawat.
Suasana haru semakin terasa saat Abu Zairi dari Baznas Sumenep menyerahkan santunan kepada 16 anak yatim.
“Memberikan santunan di momentum mulia ini adalah bentuk cinta kepada Rasulullah SAW yang sangat menganjurkan kita untuk menyayangi anak yatim,” ucapnya.

Ketua panitia, Ahnan Mashuri, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya acara besar ini.
“Kami berterima kasih kepada seluruh alumni, simpatisan, dan masyarakat yang telah membantu. Semoga semua jerih payah menjadi amal ibadah dan mendapatkan syafaat Rasulullah SAW,” ujarnya.
Puncak acara semakin semarak dengan kehadiran ulama kharismatik, Kiai Misbahus Surur atau Ra Surur. Ribuan jamaah menyambutnya dengan taburan bunga, gema takbir, dan wajah penuh haru.
Dalam tausiyahnya, Gus Surur dari Pamekasan menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Hadir di majelis ini bukan sekadar memenuhi undangan. Lebih dari itu, kita dituntut untuk benar-benar meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Ia menambahkan, Rasulullah adalah teladan dalam segala aspek kehidupan.
“Kalau rumah tangga ingin damai, teladani Rasulullah. Kalau masyarakat ingin rukun, ikutilah akhlak Rasulullah. Kalau bangsa ingin mulia, jadikan Rasulullah sebagai pedoman,” jelasnya.
Gus Surur juga berpesan agar jamaah memperbanyak membaca sholawat. “Dengan memperbanyak sholawat, hati kita akan tenang, hidup kita dipenuhi keberkahan, dan Allah SWT akan memudahkan segala urusan kita,” pungkasnya.
Di sekitar masjid, puluhan pedagang kecil dan pelaku UMKM tampak berjualan sambil menyimak pengajian, menambah semarak sekaligus membawa berkah ekonomi bagi warga.
Acara ditutup dengan doa bersama ribuan jamaah yang menengadahkan tangan, memohon keselamatan, keberkahan, dan syafaat Rasulullah SAW.
Malam itu benar-benar menjadi momentum kebersamaan lintas elemen, yang menyatukan umat dalam cinta Rasulullah, penghormatan kepada ulama, kepedulian sosial, dan ukhuwah yang semakin erat.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow





