dimadura
Beranda Gardu Semarak Akhir Pekan di Pasar Kebbun, Komunitas Perkusi SMPIT Al-Hidayah Pukau Ratusan Pengunjung

Semarak Akhir Pekan di Pasar Kebbun, Komunitas Perkusi SMPIT Al-Hidayah Pukau Ratusan Pengunjung

Penampilan Komunitas Perkusi SMPIT Al-Hidayah di Pasar Kebbun, Minggu 12 Oktober 2025 (Doc. Dimadura)

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1NEWS SUMENEP, DIMADURA – Minggu pagi (12/10/2025), suasana Pasar Kebbun di Kecamatan Saronggi, Sumenep, tampak cukup semarak dan asyik. Ratusan pengunjung dibuat terpukau oleh penampilan energik Community Percussion SMPIT Al-Hidayah Sumenep atau disingkat COSSING, komunitas musik tongtong dari SMPIT Al-Hidayah.

Bertempat di area utama pasar wisata tersebut, para pelajar tampil menabuh tongtong dengan irama khas Madura yang memadukan musik tradisional dan kreasi modern.

Dentuman ritmis mengiringi riuh aktivitas pengunjung yang berbelanja, berperahu di sungai, hingga anak-anak yang mandi sambil memukul-mukul permukaan sungai mengikuti irama tabuhan.

Guru pendamping sekaligus penasihat grup, Muhammad Riza Alif Abdillah, mengatakan keterlibatan siswanya di Pasar Kebbun menjadi pengalaman perdana tampil di ruang publik.

“Pada intinya ini membuat siswa menjadi tampil kreatif di khalayak publik. Apalagi ini juga yang perdana,” ungkap Alif.

Ustadz Alif, demikian katanya siswa-siswi SMPIT memanggilnya, lebih lanjut mengutarakan, bahwa kolaborasi dengan Pasar Kebbun ini merupakan penampilan perdana bagi kalangan SMP.

“Biasanya yang diundang grup besar seperti Lancèng Kèrmata atau Spektra. Tapi kali ini pihak pengelola memberi kesempatan kepada anak-anak SMPIT Al-Hidayah untuk tampil. Ini bentuk dukungan luar biasa terhadap kreativitas siswa,” jelasnya.

Ustadz Alif menambahkan, grup COSSING beranggotakan 15 siswa. Latihan dilakukan secara rutin tiga kali sepekan.

“Jumat, Sabtu, dan Ahad, dan kita telah menciptakan lagu-lagu sendiri seperti Malathè Potè, Shalawat, serta Karapan Sapi versi baru,” sebut pria yang juga mengabdi sebagai guru al-Qur’an kelas VII danIX di SMPIT AL-Hidayah itu.

Diwawancara di lokasi, Ketua Pengelola Pasar Kebbun, Moh. Fajar Shidiq, mengaku penampilan komunitas perkusi SMPIT Al-Hidayah memberikan warna baru bagi destinasi wisata tersebut.

“Kami ingin Pasar Kebbun menjadi ruang kolaboratif antara wisata, seni, dan pendidikan. Penampilan anak-anak SMPIT Al-Hidayah hari ini membuktikan bahwa kreativitas lokal bisa tumbuh di mana saja, termasuk dari sekolah,” ujar Fajar.

Ia juga menyampaikan, sebagian hasil saweran dari penampilan COSSING didonasikan untuk pengembangan fasilitas wisata Pasar Kebbun.

“Kami berharap kolaborasi seperti ini bisa berlanjut, agar setiap Minggu Pasar Kebbun tak hanya jadi tempat belanja, tapi juga panggung ekspresi bagi masyarakat,” pungkasnya.

Sekadar informasi, Pasar Kebbun yang berlokasi di Kecamatan Saronggi, Sumenep, ini dikenal dengan suasana alami khas pedesaan, rindang pepohonan dikelilingi aliran sungai dan warung bambu beratap kolarè (janur kering).

Pengunjung dapat menikmati aneka kuliner tradisional seperti pentol ghâpè’, lopès, palotan pènḍhâng, nasi soḍu, nasi peccel, hingga ès cao dan jhinḍhul, sembari bersantai menikmati nuansa wisata rakyat Sumenep.

Asyiknya, seluruh transaksi di dalamnya harus menggunakan koin kayu yang telah disediakan oleh pengelola wisata. Satu koin bernilai Rp2.500.

Pengunjung tak dipungut tiket masuk, biaya parkir mobil hanya Rp5.000 plus biaya antar jemput dengan imbalan seikhlasnya.***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan