dimadura
Beranda Tomang Sumenep Dinkes Sumenep Perkuat Program TOSS TBC demi Tekan Lonjakan Kasus

Dinkes Sumenep Perkuat Program TOSS TBC demi Tekan Lonjakan Kasus

Foto: Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, (Doc. Dimadura).

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1NEWS SUMENEP,DIMADURA–Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus memperkuat upaya pengendalian tuberkulosis (TBC) melalui program TOSS TB atau Temukan dan Obati Sampai Sembuh.

‎Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian TBC sangat ditentukan oleh kepatuhan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas, serta dukungan masyarakat dalam upaya deteksi dini dan pencegahan penularan.

‎“Komitmen kami adalah menemukan penderita sedini mungkin dan memastikan mereka menjalani pengobatan sampai sembuh. Ini menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai penularan TBC,” kata Syamsuri, Rabu, (17/12/25).

‎Berdasarkan data Dinkes P2KB Sumenep, jumlah penderita TBC sepanjang Januari hingga awal Desember 2025 tercatat sebanyak 2.378 kasus.

‎Angka tersebut terdiri atas kasus TBC sensitif obat (TB SO) dan TBC resisten obat (TB RO).

‎Untuk kategori TB sensitif obat, kasus pada anak mencapai 112 orang, dengan rincian 49 anak laki-laki dan 63 anak perempuan.

‎Sementara pada kategori dewasa tercatat 2.246 kasus, terdiri dari 1.307 laki-laki dan 939 perempuan.

‎Adapun kasus TB resisten obat jumlahnya lebih kecil. Pada kategori anak ditemukan satu kasus pada perempuan dan tidak ada pada laki-laki.

‎Sedangkan pada kategori dewasa terdapat 19 kasus, terdiri dari sembilan laki-laki dan 10 perempuan.

‎Syamsuri menjelaskan, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah kasus TBC pada 2025 mengalami penurunan.

‎Pada 2023, jumlah penderita TBC di Sumenep tercatat sebanyak 2.556 kasus, kemudian meningkat menjadi 2.589 kasus pada 2024. Hingga awal Desember 2025, jumlah kasus yang ditemukan sebanyak 2.378.

‎Meski demikian, angka tersebut masih menempatkan Kabupaten Sumenep sebagai daerah dengan jumlah penderita TBC tertinggi kedua di Jawa Timur.

‎“Penurunan ini tetap harus disikapi dengan kewaspadaan. Upaya penemuan kasus dan pendampingan pengobatan harus terus diperkuat agar tren penurunan bisa berlanjut,” ujar Syamsuri.***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan