dimadura
Beranda Tomang Sumenep Hadiah Hari Bahasa Arab Sedunia, Santri Annuqayah Lubangsa Putri Juara I Khithobah Internasional di Malaysia

Hadiah Hari Bahasa Arab Sedunia, Santri Annuqayah Lubangsa Putri Juara I Khithobah Internasional di Malaysia

Foto: Prof. Madya Dr. Nurazan Mohmad Rouyan dan Dr. Mohd Fauzi Abdul Hamid selaku dewan UniSZA memberikan penghargaan kepada Juara 1Khitobah dari Annuqayah Lubangsa Putri. (Istimewa./Doc. Dimadura).

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1NEWS SUMENEP,DIMADURA–Prestasi membanggakan kembali diraih santri Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri Guluk-Guluk Kabupaten Sumenep Jawa Timur.

‎Salah satu santri, Mamluatut Tartila, berhasil meraih Juara I cabang Khithobah (pidato bahasa Arab) dalam ajang UniSZA International Arabic Festival (MIHRAB 2.0) yang digelar di Universitas Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia.

‎MIHRAB 2.0 merupakan kompetisi internasional yang diselenggarakan oleh Persatuan Bahasa Al-Qur’an (IQRA’) UniSZA dan diikuti peserta dari berbagai negara, antara lain Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, dan Indonesia.

‎Ajang ini mempertandingkan sejumlah cabang lomba kebahasaan, salah satunya Khithobah.

‎Kompetisi berlangsung dalam dua tahap. Babak seleksi daring dilaksanakan pada 16 November 2025, sedangkan babak final digelar secara luring pada 18 Desember 2025 di kampus UniSZA, Malaysia.

‎Pada cabang Khithobah, Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri mengirimkan tiga santri, yakni Mamluatut Tartila, Nafisatul Khalidah, dan Nur Zakkiyatul Khairoh.

‎Dari ketiganya, Mamluatut Tartila berhasil lolos ke empat besar dan memperoleh undangan resmi untuk tampil di babak final.

‎Dalam penampilan final, Mamluatut Tartila menunjukkan penguasaan bahasa Arab yang kuat serta penyampaian pidato yang meyakinkan.

‎Ia akhirnya dinobatkan sebagai juara pertama, mengungguli para finalis dari negara lain.

‎Keikutsertaan santri dalam ajang ini didampingi oleh Ustazah Faizatin selaku pendamping sekaligus Ketua Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri.

‎Ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut.

‎“Alhamdulillah, prestasi ini merupakan karunia dari Allah dan buah dari doa para masyayikh, guru, serta orang tua. Kami berterima kasih kepada Universitas Sultan Zainal Abidin dan seluruh panitia MIHRAB 2.0 atas penyelenggaraan yang profesional dan penyambutan yang sangat baik,” ujar Faizatin.

‎Menurut dia, keberhasilan ini tidak hanya bermakna sebagai pencapaian individu, melainkan juga representasi nilai-nilai pesantren.

‎“Kejuaraan ini mencerminkan adab, ketekunan, dan kecintaan santri terhadap bahasa Arab sebagai bahasa ilmu dan dakwah. Semoga menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus belajar dan mengabdikan ilmunya bagi umat,” katanya.

‎Sementara itu, Mamluatut Tartila mengaku bersyukur atas capaian yang diraihnya.

‎“Prestasi ini saya persembahkan untuk pesantren, para guru, dan semua pihak yang telah membimbing serta mendoakan saya. Semoga bahasa Arab terus menjadi jalan dakwah dan pengembangan ilmu,” ujarnya.

‎Kemenangan tersebut terasa semakin istimewa karena diraih bertepatan dengan peringatan Hari Bahasa Arab Sedunia yang jatuh pada 18 Desember.

‎”Prestasi ini menjadi hadiah bermakna bagi Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri sekaligus menegaskan peran pesantren dalam menghidupkan bahasa Arab, tidak hanya sebagai disiplin keilmuan, tetapi juga sebagai bahasa dakwah, pemikiran, dan peradaban,”tutup dengan nada bahagia tersenyum.***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan