Pluit Keras Bupati Fauzi soal Program Tautologis OPD
“Jangan ada lagi program yang hanya meniru tahun sebelumnya. Setiap OPD harus mampu melahirkan program yang inovatif, solutif dan tepat sasaran.” Nesw Satu (22/12/2025)
Begitulah pesan keras Bupati Fauzi terhadap anak buahnya di birokrasi, saat Apel dan Penyerahan Penghargaan SAKIP di halaman Kantor Bupati.
Ungkapan Bupati ini, bisa jadi bukan hanya sekedar peringatan sederhana, tetapi—mungkin saja—sebagai pluit keras atas perilaku “copy paste” program pembangunan yang dilakukan anak buahnya di sejumlah OPD.
Pesan ini juga bisa digambarkan “kader banteng sedang ngamuk“ atas ulah pembantunya yang kurang kreatif, kurang inovatif dan kurang serius menyusun program pembangunan.
Program copy paste ini, juga bisa disebut sebagai program tautologis; program yang selalu diulang-ulang setiap tahun.
Tautologis dalam KBBI dimaknai sebagai pengulangan ide (gagasan) atau kata yang berlebihan dan tidak diperlukan.
Program tautologis adalah program-program yang selalu diulang-ulang dan sering tidak diperlukan sebagai program.
Bupati layak meniup pluit keras atas perilaku ini. Alasannya sederhana, OPD yang suka dengan program tautologis, sama saja mengantarkan pembangunan Sumenep ke dalam jurang stagnasi.
Pasti tidak ada kemajuan. Pasti akan kehilangan ruh utama pembangunan, karena pembangunan harus didasarkan pada gagasan-gagasan besar yang “solihun li kulli zamanin wa makanin”.
Program-program pembangunan harus didasarkan pada perencanaan dan pembacaan yang matang atas kebutuhan masyarakat.
Program pembangunan harus lahir dari fakta riil kebutuhan masyarakat, sehingga bisa berdampak nyata.
Ingat, kebutuhan masyarakat itu, sangat dinamis, dan berkembang setiap waktu. Maka, program “copy paste” adalah praktek kaku yang kurang memenuhi standar ideal konsep pembangunan yang melayani masyarakat.
Tentu, bukan program yang selalu diulang-ulang, setiap tahun. Bukan program yangg miskin inovasi dan tidak menyentuh kebutuhan riil.
Praktek OPD seperti ini akhirnya menyebabkan program pembangunan seperti bergerak dalam asbak. Ujungnya masyarakat menjadi korban. OPD gagal menjadi eksekutor utama implementasi visi-misi Bupati.
Sebagai pemimpin tertinggi di birokrasi, Bupati layak mengeluarkan peringtan keras. Pluit peringatan harus segera ditiup. Kartu kuning pasti sudah disiapkan Bupati, bahkan bisa jadi Bupati siap-siap mengeluarkan kartu merah atas OPD yang senang dengan program tautologis ini.
OPD apa saja atau siapa saja yang suka dengan praktek program tautologis ini? Hanya hasil evaluasi Bupati yang tahu. Hanya Bupati yang bisa memastikan OPD-OPD yang dianggap gagal menjadi eksekutor pembangunan.
Kembali ke program tautologis ini. Bupati layak keluarkan ultimatun, bahkan layak menyodok keras sekeras banteng. Karena OPD yang kurang kreatif, kurang inovatif, dan kurang solutif, hanya akan menyebabkan arah pembangunan berbelok arah.
Kepercayaan yang diberikan kepada OPD untuk berkerja lebih giat, lebih cerdas dan lebih keras atas nama melayani masyarakat, harus dapat dipertanggungjawabkan melalui program-program yang telah digariskan dalam garis perjuangan visi-misi besar Bupati.
Akan tetapi, saat OPD dianggap kurang maksimal, apalagi tidak memiliki visi yang seirama dengan garis perjuangan, pluit peringatan harus segera dibunyikan dan kartu kuning, bahkan kartu kerah harus dikeluarkan sebagai tanda: tugas sebagai eksekutor lapangan sudah selesai.
Siapun ia, yang gagal mengawal tugas di OPD itu, harus segera ke luar lapangan dan harus rela aksi-aksi lapangan diberikan kepada sosok lain yang lebih siap memainkan ritme program pembangunan sesuai dengan skenario Bupati.
Terakhir, ungkapan Bupati di awal tulisan ini, bukan tanpa sebab. Bukan tak ada “sabab nuzulnya”. Ada sebab yang mendorong Bupati mengeluarkan peringatan keras itu.
Apa sebabnya? Karena, mungkin saja, ada OPD yang terbiasa membuat program dengan gaya copy paste setiap tahun. Begitu saja. Ingatlah, perbincangan di banyak warung kopi: JELANG MUTASI!
Surabaya, 24 Desember 2025
Penulis: Mohammad Suhaidi. Dosen Universitas PGRI Sumenep & Ketua Jaringan Guru Alif Kabupaten Sumenep.
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow



