dimadura
Beranda Tomang Sampang Curanmor dan Penipuan Dominasi Kejahatan di Sampang Sepanjang 2025

Curanmor dan Penipuan Dominasi Kejahatan di Sampang Sepanjang 2025

Kapolres Sampang menggelar pers release akhir tahun 2025 (Foto: Zainullah for dimadura.id)

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1SAMPANG, dimadura.id – Sepanjang tahun 2025, tren kejahatan di Kabupaten Sampang didominasi kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan penipuan. Hal itu terungkap dalam rilis akhir tahun Polres Sampang yang menyebutkan kedua jenis perkara tersebut mencatat jumlah laporan tertinggi dibanding kejahatan lainnya.

Kapolres Sampang AKBP Hartono mengungkapkan, selama periode Januari hingga Desember 2025, jajaran Satreskrim menangani 304 laporan kriminal. Dari jumlah tersebut, 281 merupakan kasus kriminal umum dan 23 kasus kriminal khusus.

“Dari total 304 kasus, sebanyak 260 perkara telah kami selesaikan. Artinya tingkat penyelesaian perkara mencapai 86 persen, sementara 44 kasus sisanya masih menjadi tunggakan yang sedang dalam proses penanganan,” ujarnya saat konferensi pers akhir tahun, Senin (29/12/2025).

Hartono menjelaskan, indikator crime clock menunjukkan bahwa satu tindak pidana terjadi setiap 4 hari 10 jam, sedangkan crime rate dihitung dari jumlah penduduk Sampang mencapai 688.036 jiwa.

“Data ini menjadi bahan evaluasi kami untuk memperkuat langkah pencegahan sekaligus penegakan hukum,” ujarnya.

Lebih lanjut Hartono membeberkan jenis kejahatan yang menonjol sepanjang tahun 2025, Curanmor 53 kasus, Penipuan/perbuatan curang 42 kasus, Pencurian dengan pemberatan (Curat) 40 kasus, Penganiayaan 27 kasus, dan Kejahatan perlindungan anak 26 kasus.

“Sedangkan pencurian dengan kekerasan (Curas) sebanyak 5 kasus (2 terselesaikan), Pembunuhan 8 kasus (6 terselesaikan), Percobaan pembunuhan 3 kasus (terselesaikan), Pembakaran 2 kasus,” terangnya.

“Untuk pengungkapan kasus dalam rangka Program 100 Hari Asta Cita, polisi berhasil mengungkap, 8 kasus judi online, 4 kasus judi konvensional, 26 kasus kejahatan terhadap anak,” tambah Hartono.

Ia juga menegaskan, kejahatan yang menyasar kelompok rentan seperti perempuan dan anak menjadi perhatian utama.

“Perlindungan anak dan penindakan terhadap kejahatan kekerasan menjadi prioritas kami. Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu melapor jika mengetahui tindak pidana di sekitarnya,” tegasnya.***


 

Penulis: Zainullah

Editor: Redaksi

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan