dimadura
Beranda Tomang Sumenep Peserta Pelatihan Kerja Disnaker Sumenep 2026 Bakal Kantongi Dua Sertifikat

Peserta Pelatihan Kerja Disnaker Sumenep 2026 Bakal Kantongi Dua Sertifikat

Foto: Kepala Disnaker Sumenep, Mustangin. (Ari/Doc. Dimadura).

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1NEWS SUMENEP, DIMADURA–Peserta program pelatihan kerja yang diselenggarakan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada 2026 akan mendapatkan dua sertifikat sekaligus, yakni sertifikat pelatihan dan sertifikat kompetensi.

‎Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal dan mencetak tenaga kerja yang kompeten.

‎Kepala Disnaker Sumenep, Mustangin, melalui Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, dan Hubungan Industrial, Eko Ferryanto, menjelaskan bahwa seluruh pelatihan dirancang menggunakan sistem berbasis kompetensi yang mengacu pada standar nasional.

‎“Setelah mengikuti pelatihan, peserta akan menjalani uji kompetensi melalui lembaga sertifikasi profesi. Jadi mereka tidak hanya mendapatkan sertifikat pelatihan, tetapi juga sertifikat kompetensi,” jelasnya. (9/4/26).

‎Pada tahun 2026, Disnaker Sumenep menyiapkan delapan paket pelatihan yang tersebar di dua wilayah, yakni enam paket di daratan dan dua paket di wilayah kepulauan.

‎Eko mengungkapkan, minat masyarakat terhadap program ini tergolong tinggi.

‎Hal itu terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai hingga tiga kali lipat dari kuota yang disediakan.

‎“Dalam satu paket pelatihan hanya diikuti 16 peserta, sesuai standar pelatihan kerja nasional agar hasilnya optimal. Namun pendaftarnya bisa mencapai sekitar 30 orang,” katanya.

‎Untuk wilayah kepulauan, jenis pelatihan yang akan diberikan meliputi keterampilan las listrik dan menjahit.

‎Materi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat agar dapat langsung diterapkan.

‎Disnaker juga menyiapkan pendampingan pasca pelatihan bagi peserta.

‎Selain pengawasan, peserta akan mendapatkan informasi terkait peluang kerja, baik di sektor formal maupun untuk membuka usaha mandiri.

‎Berdasarkan hasil evaluasi program tahun sebelumnya, tingkat keberhasilan pelatihan tergolong tinggi.

‎Hingga akhir 2025, sekitar 80 hingga 85 persen peserta telah terserap di dunia kerja.

‎“Sebagian bekerja di perusahaan, namun banyak juga yang memilih berwirausaha. Memang kecenderungan masyarakat Sumenep lebih ingin membuka usaha sendiri,” ungkap Eko.***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan