Jalan Ambrol, Pikap Nyungsep, Excavator Terus Beroperasi, Galian C Kian Menganga Dekat Rumah Warga di Pragaan
Aktivitas galian C di Dusun Tenggina, Desa Sentol Laok, Pragaan, Sumenep, terus berjalan di tengah keresahan warga. Jalan desa sempat ambrol, insiden pikap jatuh ke jurang tambang terjadi di wilayah yang sama, namun alat berat tetap beroperasi.
NEWS, DIMADURA – Aktivitas galian C di Dusun Tenggina, Desa Sentol Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, terus memicu keresahan warga. Pengerukan tanah yang disebut berlangsung sejak 2018 itu hingga kini belum berhenti. Bahkan, aktivitas tambang kini disebut semakin masif setelah alat berat jenis excavator mulai beroperasi di lokasi.
Yang membuat warga semakin cemas, titik pengerukan berada sangat dekat dengan permukiman. Jarak rumah warga dengan bibir galian disebut hanya sekitar 20 hingga 25 meter.
“Sudah beberapa kali kami memohon agar penggalian dihentikan, termasuk menyampaikan ke kepala desa. Tapi sampai sekarang tetap jalan. Sekarang malah pakai excavator,” ujar seorang warga kepada media ini.
Bagi warga, ancaman yang mereka rasakan bukan sekadar debu atau kebisingan. Mereka mulai khawatir struktur tanah di sekitar rumah melemah akibat pengerukan yang terus berlangsung.
“Setiap hari kami waswas. Kalau tanah terus dikeruk begini, rumah bisa retak, pondasi bisa bergeser. Kalau sampai longsor, kami yang paling dekat akan jadi korban,” tutur warga lainnya.
Kekhawatiran itu diperkuat dengan kondisi infrastruktur di sekitar lokasi. Jalan raya di desa tersebut dilaporkan sempat ambrol dan hingga kini belum diperbaiki. Warga menduga kerusakan jalan berkaitan dengan aktivitas pengerukan tanah di sekitar area tambang.
Tak hanya itu, insiden nahas juga sempat terjadi di kawasan tambang galian C di wilayah Kecamatan Pragaan. Pada Jumat, 13 Februari 2026, sebuah mobil pikap dilaporkan terjatuh ke dalam jurang tambang di Dusun Kembang, Desa Rombasan. Peristiwa itu sempat menyita perhatian publik dan memunculkan kekhawatiran terhadap aspek keselamatan di area tambang.
Namun, meski rentetan kejadian dan keluhan warga terus bermunculan, aktivitas galian di Sentol Laok disebut tetap berjalan.
Informasi yang dihimpun media ini, aktivitas galian C tersebut diduga belum mengantongi izin resmi.
“Mungkin karena kami orang kecil, tidak punya kuasa dan pengaruh, jadi suara kami seperti tidak pernah dianggap,” kata warga lainnya.
Warga berharap pemerintah desa, pemerintah kabupaten, hingga instansi terkait segera turun tangan sebelum muncul korban berikutnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sentol Laok, Abriyono, belum memberikan tanggapan. Dikonfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp pada Senin (4/5/2026), yang bersangkutan belum merespons.
***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow





