Harga Cabai Rawit Sumenep Tembus Rp75 Ribu Per Kilogram
NEWS SUMENEP, DIMADURA–Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mulai merangkak naik.
Kondisi tersebut terjadi menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Komoditas cabai menjadi salah satu bahan pangan yang mengalami lonjakan harga cukup tajam akibat berkurangnya pasokan dari petani.
Sementara permintaan masyarakat terus meningkat menjelang hari besar keagamaan.
Berdasarkan pantauan di Pasar Anom Baru Sumenep, Kamis (21/5), harga cabai rawit kini mencapai Rp 75.000 per kilogram.
Angka tersebut naik sekitar Rp 10.000 dibandingkan harga pada pekan sebelumnya.
Kenaikan juga terjadi pada cabai merah besar yang sebelumnya dijual Rp 45.000 per kilogram, kini meningkat menjadi Rp 55.000 per kilogram.
Salah seorang pedagang di Pasar Anom Baru, Sari, mengatakan lonjakan harga dipicu menurunnya pasokan cabai lokal setelah masa panen berakhir.
Kondisi tersebut membuat stok di tingkat pedagang semakin terbatas.
“Pasokan cabai dari petani lokal mulai menipis karena musim panen sudah selesai. Akibatnya harga perlahan naik,” terangnya.
Menurut Sari, keterbatasan stok lokal memaksa pedagang mendatangkan pasokan cabai dari luar Kabupaten Sumenep untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat menjelang Iduladha.
“Sekarang banyak pasokan yang didatangkan dari luar daerah karena stok cabai lokal tidak mencukupi kebutuhan pasar,” kata dia.
Selain faktor minimnya pasokan, lanjut Sari, meningkatnya aktivitas belanja masyarakat menjelang hari raya turut memengaruhi kenaikan harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional.
”Harga cabai masih berpotensi mengalami fluktuasi dalam beberapa hari ke depan, tergantung pada kelancaran distribusi dan ketersediaan stok dari daerah pemasok,” ucapnya.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow




