dimadura
Beranda Okara Legenda BANGSACARA & RAGAPADMI

BANGSACARA & RAGAPADMI

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1LEGENDA, DIMADURA – Kisah cinta antara Bangsacara dan Ragapadmi adalah salah satu cerita rakyat yang populer di pulau Madura, Jawa Timur.

Pada jaman dahulu kala, di pulau Madura ada seorang adipati yang sangat berkuasa bernama Banjar Galuh.

Beliau mempunyai seorang putri yg sangat cantik jelita bernama Ragapadmi.

Suatu ketika, Ragapadmi menderita penyakit kulit yang sangat parah, sehingga menimbulkan bau amis bagi yg mendekat.

Hal mana membuat rasa sedih dan keprihatinan bagi sang ayah serta ibundanya.

Sudah banyak tabib yang didatangkan dari berbagai daerah untuk mengobati putri semata wayangnya tersebut, namun tidak ada yang berhasil.

Sedangkan Sang Adipati mempunyai abdi kinasih yabg sangat setia bernama Bangsacara.

Melihat penderitaan putri Ragapadmi, Bangsacara mengajukan diri pada Sang Adipati untuk mengobatinya.

Maka atas ijinnya Bangsacara berupaya untuk merawat dan mengobati dengan penuh ketelatenan dan kesabaran.

Dirinya melakukan berbagai cara untuk menyembuhkan penyakit Ragapadmi, dan akhirnya, penyakitnya sembuh.

Selama proses perawatan, Bangsacara melakukan dg penuh kesabaran dan kasih sayang.

Witting trisno jalaran soko kulino …..

Tentunya kala melakukan pengobatan setiap hari selalu bertemu dan berkomunikasi, dan terbetiklah kontak batin di antara keduanya.

Alhasil, Ragapadmi jatuh cinta pada Bangsacara karena merasa berhutang budi juga atas kesabaran dan kesetiaannya.

Begitu juga dengan Bangsacara, juga jatuh hati pada putri junjungannya.

Namun, hubungan cinta mereka terhalang oleh perbedaan status sosial.

Bangsacara hanyalah seorang abdi, sedangkan Ragapadmi adalah putri Adipati.

Melihat situasi yang demikian, maka Sang Adipati merasa tersinggung dan marah serta tidak menyetujui hubungan mereka dan berniat akan menghukum mati Bangsacara karena dirasa sangat lancang dengan mencintai Ragapadmi putrinya.

Kemudian memerintahkan pada hulubalangnya untuk membuang Bangsacara ke (Pulau) Gili Mandangin, Sampang, yang kemudian dibunuh di pulau tersebut.

Sedangkan Ragapadmi, begitu mendengar atas kematian Bangsacara, melakukan belapati dengan bunuh diri.

Kisah cinta Bangsacara dan Ragapadmi berakhir tragis, tetapi kesetiaan dan pengorbanan Bangsacara terhadap Ragapadmi menjadi simbol cinta sejati yang abadi.

Cerita ini sering dijadikan sebagai contoh tentang kekuatan cinta yang tidak memandang status sosial.

Sesuai dengan cerita tutur, konon lokasi keratonnya berada di Torjun Sampang.

Hanya sangat disayangkan tidak ada tanda-tanda atau bekas situs sejarah sebagai jejak peninggalannya, sehingga cerita tersebut dianggap mitos.

Namun demikian, keberadaan cerita tersebut merupakan kearifan lokal yang perlu dilestarikan, untuk melengkapi khasanah budaya Madura, juga sebagai perangsang bagi generasi muda agar mencintai sejarah.

Sekian. Mator sakalangkong

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan