dimadura
Beranda Roma Lembaga Mahasiswa UIM Bantu UMKM Desa Bandungan Naik Kelas

Mahasiswa UIM Bantu UMKM Desa Bandungan Naik Kelas

Mahasiswa Universitas Islam Madura (UIM) saat berdiskusi dengan pelaku UMKM lokal di Desa Bandungan dalam rangka pendampingan usaha pada program KKN 2025. (Foto: Dokumentasi KKN UIM)

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1NEWS PAMEKASAN, DIMADURA — Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Madura (UIM) yang bertugas di Desa Bandungan, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, menunjukkan komitmen dengan berupaya dorong kemajuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Selama satu bulan pelaksanaan program, para mahasiswa tidak sekadar menjalankan aktivitas seremonial, tetapi hadir sebagai pendamping aktif.

Mereka menawarkan solusi konkret dengan menjawab tantangan UMKM, khususnya di bidang pemasaran digital dan pengemasan produk.

Koordinator Desa KKN, Ahmad Hafid, mengungkapkan, bahwa banyak pelaku UMKM di Desa Bandungan memproduksi makanan tradisional dari hasil olahan pertanian lokal, seperti keripik talas dan singkong.

Namun, produk-produk tersebut masih memiliki keterbatasan dalam aspek branding dan jangkauan pasar.

“Kami melihat potensi yang sangat besar di desa ini. Produk sudah ada, tetapi butuh sentuhan digital dan pengemasan yang menarik agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” kata Hafid kepada media ini, Senin (14/7).

Menjawab tantangan itu, mahasiswa menginisiasi berbagai program pelatihan bertema pengembangan UMKM.

Mereka mengajarkan cara memanfaatkan media sosial sebagai alat promosi, membantu mendesain logo, memotret produk secara profesional, hingga menyusun buku panduan praktis bagi pelaku usaha.

Salah satu penerima manfaat program, Farhah, pemilik usaha keripik talas dan singkong, mengaku sangat terbantu.

“Anak-anak KKN membantu saya membuat logo, memotret produk, dan mengajari cara berjualan lewat Instagram. Saya jadi lebih semangat,” ucapnya.

Untuk memastikan dampak jangka panjang, mahasiswa UIM juga membentuk Business Clinic, sebuah ruang konsultasi yang menyediakan layanan revisi desain label, pembuatan konten promosi, hingga pendampingan teknis mendaftarkan produk ke platform digital seperti Tokopedia dan Shopee.

Kepala Desa Bandungan, Rochmadini, memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya para mahasiswa. Menurutnya, program ini membawa dampak langsung yang dirasakan warga.

“Kami sangat terbantu. Begini menurutku lebih dari sekadar program KKN. Ini benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” singkat Rochmadini.

Program KKN UIM di Desa Bandungan akan berlangsung hingga akhir Juli 2025.

Sinergi antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan UMKM berbasis desa yang bisa direplikasi di daerah lain di Madura maupun Indonesia.***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan