dimadura
Beranda Tomang Sumenep BRIDA Sumenep Fasilitasi Masyarakat Terbitkan Karya Ilmiah di Jurnal Karaton

BRIDA Sumenep Fasilitasi Masyarakat Terbitkan Karya Ilmiah di Jurnal Karaton

Kepala BRIDA Sumenep, Benny Irawan, saat diruang kerjanya,(Foto. Ari/Doc. Dimadura).

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1NEWS DIMADURA, SUMENEP–Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memberikan fasilitas kepada masyarakat, khususnya peneliti dan akademisi lokal, untuk menerbitkan karya ilmiahnya melalui “Jurnal Karaton”.

‎Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas publikasi ilmiah daerah agar dapat terakreditasi dalam sistem Science and Technology Index (SINTA) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

‎Kepala BRIDA Sumenep, Benny Irawan, menjelaskan bahwa pihaknya tengah mendorong pengelolaan “Jurnal Karaton” agar memenuhi syarat akreditasi nasional.

‎Untuk itu, kualitas tulisan dari para peneliti menjadi prioritas utama dalam proses seleksi.

‎“Kami berharap karya ilmiah yang masuk benar-benar berkualitas. Jika memenuhi kriteria, akan kami terbitkan di “Jurnal Karaton”. Ini menjadi bagian dari proses peningkatan mutu jurnal agar dapat didaftarkan ke SINTA,” kata Benny, kamis (17/7/2025).

‎Ia menambahkan, saat ini “Jurnal Karaton” tengah dalam proses migrasi sistem, menyusul peralihan pengelolaan dari Bappeda ke BRIDA.

‎Proses ini mencakup penyesuaian tata letak, sistem manajemen, hingga format publikasi sesuai dengan standar nasional.

‎“ISSN cetak dan online sudah dimiliki, tinggal kami lanjutkan proses administratif dan penguatan substansi untuk bisa didaftarkan secara resmi ke SINTA,” ujarnya.

‎Melalui situs resmi BRIDA Sumenep, kata Benny, masyarakat dapat mengakses empat layanan utama: layanan penelitian, inovasi, pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta pengajuan ISBN untuk publikasi cetak.

‎Ia menegaskan bahwa masyarakat umum, khususnya warga Sumenep, bisa mengajukan naskah jurnal untuk diterbitkan, asalkan melalui seleksi dan memenuhi kriteria yang ditetapkan.

‎“Kami lebih mengutamakan konten yang aktual, faktual, strategis, serta menyentuh isu-isu lokal di Sumenep. Idealnya, artikel juga dapat memberikan rekomendasi yang relevan terhadap kebijakan publik daerah,” jelas dia.

‎Inisiatif ini, lanjut Benny, merupakan bagian dari peran BRIDA sebagai penggerak dan koordinator dalam membangun ekosistem riset dan inovasi di tingkat daerah.

‎“BRIDA bertugas sebagai orkestrator pengembangan inovasi daerah. Dengan adanya platform sesepert “Jurnal Karaton”, kami berharap hasil riset tidak hanya tersimpan di rak, tapi juga bisa diakses publik dan memberi dampak nyata bagi pembangunan Sumenep,” pungkasnya.***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan