Bupati Sumenep Respon Isu Beras Oplosan yang Tengah Mengkhawatirkan Masyarakat
NEWS SUMENEP, DIMADURA –Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, memberikan tanggapan tegas terkait merebaknya isu beras oplosan yang tengah menjadi kekhawatiran publik.
Ia menyatakan dukungannya penuh terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang berupaya memberantas praktik pengoplosan beras demi melindungi kepentingan petani dan konsumen.
Pernyataan tegas Presiden Prabowo Subianto tersebut disampaikan saat sambutan pada penutupan Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Solo, Jawa Tengah, Minggu (20/7/2025),
Orang Nomor Satu Negara Republik Indonesia ini mengatakan bahwa tindakan tegas perlu dilakukan terhadap para pelaku pengoplosan beras yang merugikan negara dan masyarakat luas.
Prabowo mengungkapkan bahwa praktik tersebut merupakan bentuk penipuan masif yang menyebabkan kerugian ekonomi mencapai sekitar Rp 100 triliun setiap tahunnya.
”Kerugian ini jika dihitung dalam lima tahun mencapai Rp 1.000 triliun, yang merupakan kejahatan ekonomi luar biasa,” ujarnya.
Menanggapi hal ini, Bupati Fauzi menguatkan dukungannya terhadap langkah pemerintah pusat dalam memberantas pengoplosan beras.
Ia menilai tindakan tegas sangat penting untuk menjaga kesejahteraan petani serta stabilitas harga gabah di tingkat lokal.
“Dukungan kami penuh kepada Presiden dalam menindak tegas pelaku pengoplosan beras. Hal ini bukan hanya soal melindungi konsumen, tetapi juga untuk memastikan petani mendapatkan harga yang adil dan beras lokal dapat bersaing secara sehat,” Jelas Fauzi saat diwawancarai setelah menghadiri sebuah acara, Senin. (22/7/2025).
Bupati Fauzi menambahkan, pengoplosan beras tidak hanya merugikan konsumen, namun juga berpotensi merusak sistem harga gabah yang telah susah payah dibangun oleh petani.
“Petani telah bekerja keras mulai dari penanaman hingga panen, jangan sampai kerja keras mereka sia-sia akibat ulah segelintir oknum yang mengedepankan keuntungan dengan cara curang,” pungkasnya.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow





